Sabtu, 07 Mei 2011

macam-macam kontasepsi indikasi dan kontraindikasi

KONTRASEPSI
A. METODE KELURGA BERENCANA ALAMIAH ( KBA )

1. Metode mukosa serviks

Kelebihan
Metode mukosa serviks ini memiliki kelebihan, antara lain:
1. Mudah digunakan.
2. Tidak memerlukan biaya.
3. Metode mukosa serviks merupakan metode keluarga berencana alami lain yang mengamati tanda-tanda kesuburan.
Keterbatasan
Sebagai metode keluarga berencana alami, metode mukosa serviks ini memiliki keterbatasan. Keterbatasan tersebut antara lain:
1. Tidak efektif bila digunakan sendiri, sebaiknya dikombinasikan dengan metode kontrasepsi lain (misal metode simptothermal).
2. Tidak cocok untuk wanita yang tidak menyukai menyentuh alat kelaminnya.
3. Wanita yang memiliki infeksi saluran reproduksi dapat mengaburkan tanda-tanda kesuburan.
4. Wanita yang menghasilkan sedikit lender.
Indikasi
Kontra-indikas

2. Metode suhu basal


Keuntungan

Keuntungan dari penggunaan metode suhu basal tubuh antara lain:
1. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pada pasangan suami istri tentang masa subur/ovulasi.
2. Membantu wanita yang mengalami siklus haid tidak teratur mendeteksi masa subur/ovulasi.
3. Dapat digunakan sebagai kontrasepsi ataupun meningkatkan kesempatan untuk hamil.
4. Membantu menunjukkan perubahan tubuh lain pada saat mengalami masa subur/ovulasi seperti perubahan lendir serviks.
5. Metode suhu basal tubuh yang mengendalikan adalah wanita itu sendiri.
Keterbatasan

Sebagai metode KBA, suhu basal tubuh memiliki keterbatasan sebagai berikut:
1. Membutuhkan motivasi dari pasangan suami istri.
2. Memerlukan konseling dan KIE dari tenaga medis.
3. Suhu tubuh basal dapat dipengaruhi oleh penyakit, gangguan tidur, merokok, alkohol, stres, penggunaan narkoba maupun selimut elektrik.
4. Pengukuran suhu tubuh harus dilakukan pada waktu yang sama.
5. Tidak mendeteksi awal masa subur.
6. Membutuhkan masa pantang yang lama.

Indikasi
Kontra-indikasi
3. Metode kalender


Keuntungan
Metode kalender atau pantang berkala mempunyai keuntungan sebagai berikut:
1. Metode kalender atau pantang berkala lebih sederhana.
2. Dapat digunakan oleh setiap wanita yang sehat.
3. Tidak membutuhkan alat atau pemeriksaan khusus dalam penerapannya.
4. Tidak mengganggu pada saat berhubungan seksual.
5. Kontrasepsi dengan menggunakan metode kalender dapat menghindari resiko kesehatan yang berhubungan dengan kontrasepsi.
6. Tidak memerlukan biaya.
7. Tidak memerlukan tempat pelayanan kontrasepsi.
Keterbatasan
Sebagai metode sederhana dan alami, metode kalender atau pantang berkala ini juga memiliki keterbatasan, antara lain:
1. Memerlukan kerjasama yang baik antara suami istri.
2. Harus ada motivasi dan disiplin pasangan dalam menjalankannya.
3. Pasangan suami istri tidak dapat melakukan hubungan seksual setiap saat.
4. Pasangan suami istri harus tahu masa subur dan masa tidak subur.
5. Harus mengamati sikus menstruasi minimal enam kali siklus.
6. Siklus menstruasi yang tidak teratur (menjadi penghambat).
7. Lebih efektif bila dikombinasikan dengan metode kontrasepsi lain.
Efektifitas
Metode kalender akan lebih efektif bila dilakukan dengan baik dan benar. Sebelum menggunakan metode kalender ini, pasangan suami istri harus mengetahui masa subur. Padahal, masa subur setiap wanita tidaklah sama. Oleh karena itu, diperlukan pengamatan minimal enam kali siklus menstruasi. Selain itu, metode ini juga akan lebih efektif bila digunakan bersama dengan metode kontrasepsi lain. Berdasarkan penelitian dr. Johnson dan kawan-kawan di Sidney, metode kalender akan efektif tiga kali lipat bila dikombinasikan dengan metode simptothermal.Angka kegagalan penggunaan metode kalender adalah 14 per 100 wanita per tahun.
Indikasi
Kontra-indikasi
4. SANGGAMA TERPUTUS
Adalah suatu metode kontrasepsi dimana senggama diakhiri sebelum terjadi ejakulasi intra-vaginal.Ejakulasi terjadi jauh dari genitalia eksterna wanita.


Keuntungan
1. Tidak memerlukan alat/murah
2. Tidak menggunakan zat-zat kimiawi
3. Selalu tersedia setiap saat
4. Tidak mempunyai efek samping
Kerugian
1. Angka kegagalan cukup tinggi ;
a. 16-23 kehamilan per 100 wanita pertahun.
b. Factor-faktor yang menyebabkan angka kegagalan yang tinggi ini adalah ;
• Adanya cairan pra-ejakulasi ( yang sebelumnya sudah tersimpan dalam kelenjar prostat,uretra, kelenjar Cowper ),yang dapat keluar setiap saat dan setiap tetes sudah dapat mengandung berjuta-juta spermatozoa.
• Kurangnya konyrol diri dari pria , yang pada metode ini justu sangat penting.
2. Kenikmatan seksual berkurang bagi suami-istri ,sehinggah dapat mempengaruhi kehidupan perkawinan.
Indikasi
Kontra indikasi
1. Ejakulasi premature pada pria.

5. Metode amenore laktasi (MAL )
MAL adalah kontrasepsi yang mengandalkan pemberian ASI, MAL sebagai kontrasepsi bila :
a. Menyusui secara penuh, tanpa susu formula dan makanan pendamping
b. Belum Haid, sejak masa nifas selesai
c. Umur Bayi kurang dari 6 bulan
Keuntungan kontrasepsi ini adalah :
a) Efektifitas tinggi (keberhasilan 98% pada 6 bulan pasca persalinan)
b) Segera Efektif.
c) Tidak menganggu senggama
d) Tidak ada efeksamping secara sistematik
e) Tidak perlu pengawasan medis
f) Tidak perlu obat atau alat
g) Tanpa Biaya

Kekurangannya :
a) Perlu persiapan sejak perawatan kehamilan agar segera menyusun dalam 30 menit pasca persalinan.
b) Mungkin sulit dilaksanakan karena kondisi social
c) Tidak melindungi terhadap IMS (Infeksi Menular Seksual ) termasuk virus hepatitis B / HIV / AIDS
Indikasi
Kontra-indikasi.
B. METODE KONTRASEPSI MADERN
a) Metode kontrasepsi modern.
1. METODE BARIER PADA PRIA ( KONDOM )
Dasar : Menghalangi masuknya spermatozoa ke dalam traktus genitalia interna wanita.
Pada masa ini , kondom yang merupakan metode kontrasepsi pria yang telah lama di kenal ,kembali mendapatkan perhatian baru ,baik dalam bidang kelurga berencana maupun dalam bidang lain.
Keuntungan kondom .
1. Mencegah kehamilan
2. Member perlindungan terhadap penyakit-penyakit akibat hubungan seks ( PHS )
3. Dapat diandalkan
4. Relative murah
5. Sederhana, ringan ,disposable
6. Tidak memerlukan pemeriksaan medis , supervisi atau pollow-up.
7. Reversible
8. Priua ikut secara aktif dalam program KB
Kerugian kondom
1. Angka kegagalan cukup tinggi.
2. Perlu menghentikan sementara aktifitas dan spontanitas hubungan seks guna pemasangan kondom
3. Perlu di pakai secara konsisten ,hati –hati dan terus menerus pada setiap senggama.
Indikasi kondom
I. Pria
1. Penyakit genitalia
2. Sensivitas penis terhadap sekret vagina
3. Ejakulsi prematur
II. Wanita
1. Vaginitis,termasuk yang dalam pengobatan.
2. Kontraindikasi terhadap kontrasepsi oral dan IUD,sedangkan pemasangan diafragma atau kap serviks secara otomatis atau psikologis tidak memungkin.
3. Untuk membuktikan bahwa tidak ada semen yang dilepaskan kedalam vagina.
4. Metode temporer:
a. Belum mengadakan sanggama secara teratur.
b. Selama haid
c. Selama mid-siklus pada pemakaian IUD
d. Selama siklus pertama dari kontrasepsi oral dosis rendah
e. Gagal memakai kontrasepsi oral secara benar dan tepat
f. Selama periode awal post-partum
g. Keengganan psikologis untuk bersenrtuhan dengan semen.
h. Keengganan psikologis atau religius untuk menggunakan suatu kontrasepsi.
Kontra-indikasi kondom:
I. Absolut
1. Pria dengan ereksi yang tidak baik.
2. Riwayat syok septik
3. Tidak bertanggung jawab secara seksual.
4. Interupsi seksual foreplay menghalangi minat seksual
5. Alergi terhadap karet atau lubrikan pada partner seksual.
II. Relatif
Interupsi sexsual foreplay yang mengganggu ekspresi seksual.
Efek samping dan komplikasi
1. Keluhan utama dari akseptor adalah berkurangnya sensivitas glans penis
2. Alergi terhadap karet.
Beberapa hal penting yang harus diketahui oleh akseptor :
1. Untuk menghindari terjadinya kehamilan,syarat utama adalah memakai kondom setiap kali bersenggama.
2. Pemasangan kondom dilakukan sebelum penis berhubungan dengan genitalian eksterna wanita atau sebelum dimasukkan ke dalam vagina.
3. Periksa kondom setelah senggama selesai,untuk melihata kemungkinan adanya kerusakan pada kondom/apakah kondomnya masih utuh atau intak.
4. Jangan menggunakan kembali kondom yang sama untuk kedua kalinya.

2. METODE BARIER PADA WANITA (barier intra-vaginal)
Dasar
Menghalangi masuknya spermatozoa ke dalam traktus genitalia interna wanita dan immobilisasi/menghentikan spermatozoa oleh spermisidnya.
Keuntungan metode barier intra-vaginal
1. Mencegah kehamilan
2. Mengurangi insiden penyakit akibat hubungan seks
Kerugian metode barier intra-vaginal
1. Angka kegagalan relatif tinggi
2. Aktivitas dan spontanitas hubungan seks harus dihentikan sementara untuk memasang alatnya.
3. Perlu dipakai secara konsisten,hati-hati dan terus-menerus pada setiap senggama.
Macam-macam barier intra-vaginal
1. Diafragma
2. Kap serviks
3. Spons
4. Kondom wanita
Untuk mendapatkan efektivitas yang lebih tinggi maka metode barier intra vaginal harus dipakai bersama-sama dengan spermisid.
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas dari metode ini antara lain :
a. Paritas
b. Frekuensi senggama
c. Kemampuan untuk memakainya dengan benar
d. Kebiasaan-kebiasan akseptor
e. Motivasi akseptor dalam pencegahan kehamilan.
Efektifitas dalam mencegah kehamilan:
• Efektifitas teoritik: 1 - 2 kehamilan / 100 pemakai / tahun
• Efektifitas praktek: 3 - 15 kehamilan / 100 pemakai / tahun
Tanda bahaya Kondom: Kalau pemakainya sensitif terhadap lateks, akan terjadi iritasi lokal.
Indikasi
Kontra-indikasi
1. Diafragma
Berbentuk mangkok,berkubah dengan pinggir alas yang fleksibel.
Keuntungan diafragma
a. Sangat efektif bila dipakai dengan benar
b. Aman
c. Diawasi sndiri oleh pemakai
d. Hanya dipakai bila diperlukan
e. Dapat dipakai selama haid (tapi ini sangat tidak dianjurkan!!!
Kerugian atau kurang populernya diafragma
a. Memerlukan tingkat motivasi yang tinggi dari pemakai
b. Wanita perlu memegang atau memanipulasi genitalianya sendiri
c. Untuk pemakain awal,perlu instruksi dan cara pemasangan oleh tenaga klinik yang terlatih
d. Menjadi mahal bile sering dipakai,disebabkan oleh biaya untuk spermisidnya.
e. Insersi relatif sukar
f. Pada kasus tertentu,dapat terasa oleh suami saat senggama
g. Beberapa wanita mengeluh prihal “kebasahan atau becek” yang disebabkan oleh spermisidnya.
Macam-macam diafragma
a. Coil-spring diafragma
b. Flat-spring diafragma
c. Arcing-spring diafragma
Kontraindikasi diafragma
1. Kelainan anatomis dari vagina,serviks dan uterus
a. Prolapsus uteri
b. Cystocele/rectocele yang besar
c. Retroversi atau anteflexi uterus yang berlebihan
d. Septum vagina
2. Infeksi traktus urinarius yang berulang-ulang
3. Alergi terhadap latex
4. Riwayat sindrom syok toksik
5. Nyeri pelvic/nyeri introitus yang sementara oleh sebab apapun (PID,herpes,baru mengalami episiotomi,introitus yang sangat sempit/ketat)
6. Post-partum (bayi aterm) 6-12 minggu
7. Ketidakmampuan calon akseptor atau pasangannya untuk mempelajari dan melaksanakan tehnik insersi yang benar.
Efek samping atau komplikasi :
Efek samping yang serius pada umumnya tidak ada,bilamana diafragma dipakai sebagaimana mestinya.
Kadang-kadang dapat terjadi :
1. Reaksi alergi
2. Iritasio vagina
3. Infeksi
4. Dispareunia
5. Kemungkinan timbulnya sindrom syok toksik
Efektivitas
Teioritis : 2-3 kegagalan per-100 wanita per tahun
Praktek : 6-25 kegagalan per-100 wanita per tahun
Sebab sebab kegagalan
1. Ketidaktahuan cara pemasangan yang benar
2. Ukuran diafragma tidak tepat
3. Adanya cacat atau kerusakan pada diafragma

2. Kap serviks
Suatu alat kontrasepsi yang hanya menutupi serviks saja.
Keuntungan serviks cap
1. Efektif,meskipun tanpa spermisid,tetapi bila dibiarkan diserviks untuk waktu lebih dari 24 jampemberian spermisid sebelum bersenggama akan menambah efektivitasnya.
2. Kap serviks dapat dibiarkan selama seluruh periode inter-menstrual,dan hnya perlu dikeluarkan pada saat perkiraan datangnya haid (tetapi ini tidak dianjurkan!!!)
3. Tidak teras oleh suami pada saat senggama
4. Dapat dipakai oleh wanita sekalipun ada kelainan anatomis/fingsional dari wanita misalnya sistokel,rectokel,prolapsus uteri,tonus otot vagina yang kurang baik.
5. Kap serviks hanya menutupi serviks saja,sehingga tidak memerlukan pengukuran ulang bilamana terjadi perubahan tonus otot vagina
6. Jarang terlepas selama senggama
Kerugian kap serviks
1. Pemasangan dan pengeluarannya lebih sulit karena letak serviks yang jauh di dalam vagina.
Indikasi.
Kontraindikasi kap serviks
1. Erosi atau laserasi serviks
2. Kelainan bentuk serviks,termasuk serviks yang sangat panjang atau sangat pendek
3. Riwayat infeksi traktus urinarius yang berulang kali
4. Infeksi dari serviks,adnexa atau neoplasma serviks
5. Alergi terhadap karet atau spermisid
6. Pap smear yang abnormal
7. Biopsi serviks atau kriosirurgi dalam 6 minggu terakhir
8. Post-partum < 6-12 minggu.(pakailah kondom) 9. Riwayat pernah mengalami sindrom syok toksik 10. Ketidakmampuan memasang dan mengeluarkan serviks dengan benar. 3.spons Kontraindikasi 1. Riwayat sindrom syok toksik 2. Alergi terhadap polyurethane atau spermisidnya 3. Ketidakmampuan wanita untik melakukan insersi dengan benar 4. Kelainan anatomis dari vagina seperti prolapsus uteri,sistokel,rektokel,retroflexi yang ekstrim,septum vagina. Efek samping dan komplikasi 1. Iritasi atau reaksi alergi yang umumnya disebabkan oleh spermisidnya 2. Kemungkinan infeksi vagina oleh jamur bertambah besar 3. Kemungkinan timbulnya sindrom syok toksik 4. Kondom wanita 5. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) atau intra uterine device (IUD) Bentuk AKDR telah disesuaikan berulang kali, untuk menurunkan tingkat kegagalannya dan mengurangi efek sampingnya. Walaupun demikian, masih selalu ada wanita yang merasa tidak puas akan efek sampingnya. Kira-kira 10-15% pemakai AKDR akan menghentikan pemakaiannya karena nyeri, haid tidak teratur, atau haid terlalu banyak. Sekitar 5-15% AKDR-nya akan copot spontan, dan pada wanita yang dipasang segera setelah melahirkan tingkat ekspulsinya makin tinggi lagi. Macam AKDR: a) Lippes Loop: yang disebut spiral karena bentuknya seperti spiral. b) Copper T-200: bentuknya seperti huruf T dan dililiti logam tembaga. c) Copper Seven (7): bentuknya seperti angka 7 dan dililiti logam tembaga. d) Multi Load Cu-250: bentuknya seperti kipas dan dililiti logam tembaga. e) Nova T: bentuknya seperti huruf T yang kedua ujungnya melengkung dan batang T nya dililit dengan logam tembaga yang sangat kecil. Efektifitas dalam mencegah kehamilan: • Efektifitas teoritik: 1 - 3 kehamilan / 100 pemakai / tahun • Efektifitas praktek: 1 - 8 kehamilan / 100 pemakai / tahun Keuntungan AKDR: • Efektifitasnya sangat tinggi karena motivasi pemakaian yang terus menerus. Setelah pemasangan maka dokter dan akseptor harus selalu melakukan pengecekan secara rutin untuk memastikan apakah AKDR masih tetap berada di tempatnya dan masih dalam kondisi baik. Kerugian AKDR: • Haid banyak atau spotting, biasanya pada bulan pertama pemakaian • Kram dan nyeri • Dapat terjadi kehamilan diluar kandungan atau abortus spontan. Kematian ibu yang dikaitkan dengan pemakaian AKDR adalah kalau terjadi abortus septik spontan yang gejalanya seperti pilek, menggigil, demam, nyeri otot, mual, dan muntah • Penyakit inflamasi pelvik indikasi Kontra indikasi AKDR: • Sebaiknya dipasang pada akseptor yang telah memiliki anak hidup dan tidak dipasang pada akseptor yang belum memiiliki anak • Wanita yang pernah mengalami infeksi pelvik atau yang bergaul dengan banyak pria mempunyai peluang lebih besar untuk mendapatkan inveksi • Tidak boleh digunakan oleh wanita yang haidnya sangat banyak atau perdarahan abnormal, anemia, wanita yang kemungkinan hamil, pernah mengalami kehamilan di luar kandungan • Sakit jantung Pemilihan AKDR: • Lippes Loop merupakan pilihan yang baik untuk efektifitasnya dan lama pemasangannya yang hampir tidak ada batasnya • AKDR tembaga dipilih karena efektifitasnya, menurunkan tingkat kehamilan, perdarahan, nyeri, ekspulsi, dan lama pemakaiannya sampai 4 tahun Tembaganya akan melarut sedit demi sedikit, membuat rongga uterus tidak baik dihuni oleh spermatozoa atau sel telur yang telah dibuahi. Karena tembaganya makin lama makin aus maka harus diganti setiap 4 tahun sekali untuk menjamin efektifitasnya. Tanda bahaya AKDR: Harus segera ke dokter bila haidnya terlambat datang, atau perutnya sangat nyeri, menggigil, demam, keputihan, perdarahan banyak atau spoting 3. SPERMASID VAGINAL Yaitu zat-zat kimia yang kerjanya melumpuhkan spermatozoa dalam vagina sebelum spermatozoa bergerak ke dalam traktus genitalian interna. Keuntungan spermisid vaginal 1. Aman 2. Sebagai kontrasepsi pengganti atau cadangan untuk wanita dengan kontraindikasi pemakaian per oral,IUD,dan lain-lain. 3. Efek pelumasan pada wanita yang mendekati menopause disamping efek proteksi terhadap kemungkina menjadi hamil. 4. Tidak memerlukan supervisi medik Kerugian 1. Angka kegagalan relatif tinggi (umumnya kegagal;an disebabkna karena pemakaian yang tidak konsisten) 2. Harus digunakan segera sebelum senggama,bahkan ada spermisidnya sudah bekerja,sehingga mengganggu senggama pasangan tersebut. 3. Karena harus diletakkan dalam-dalam atau tinggi di vagina,ada wanita yang segan untuk melakukannya. 4. Harus diberikan berulang kali untuk senggama yang berturut-turut 5. Dapat menimbulkan iritasi atau rasa panas atau terbakar pada beberapa wanita. Indikasi 1. Tambahkan atau adjuvant pada metode barier (kondom,diafragma) 2. Tambahkan/adjuvant pada metode rhythm. 3. Tambahkan pada IUD selama masa subur 4. Tambahkan pada kontrasepsi horminal pada saat awal dari siklus pertama atau bila lupa minum 2 tablet atau lebih. 5. Sebagai metode temporer sebelum menggunakan metode sistematik atau sebelum insersi IUD. 6. Fertilitas rendah atau tersangka infertil pada wanita yang telah dapat menggunakan metode barier. 7. Senggama yang jarang Kontra-indikasi I. Absolut a. Kebutuhan akan suatu metode dengan efektivitas tinggi karena alasan kesehatan,pribadi atau sosial. b. Penghentian seksual foreplay akan menghambat atau menghalangi minat seksual c. Ketidakmampuan penerimaan estetik pada salah satu partner. d. Alergi terhadap isi spermisid. e. Alergi lokal kronis,kontradermatitis genitalia,eksema genitalia,psoriasis genitalia dan lain lain. II. Relatif 1. Penghentian seksual foreplay akan mengganggu senggama 2. Fertilitas tinggi 3. Dispareunia 4. Vaginismus III. Temporer 1. Vaginitis akut atau subakut oleh karena sebab apapun,meskipun sedang dalam pengobatan. 2. Penyakit menular aktif 3. Kandiloma akuminata,dermatitis simpleks,pruritus genitalia,herpes genitalia 4. Urethritis,sistitis,disuria,pyuria. Efektivitas 1. Angka kegagalan 11-31 % A. KONTRASEPSI KOMBINASI 1. PIL ORAL KOMBINASI (POK) KONTRA-INDIKASI POK • Kontra-indikasi Absolut a. Trombophbelitis atau kelainan trombo-emboli lain. b. Kelainan cerebro- vaskuler c. Penyakit jantung iskemik d. Karsinoma payudara e. Neoplasma yang tergantung pada estrogen f. Kehamilan g. Tumor hepar (jinak atau ganas ) h. Perdarahan abnormal dari genitalia yang tidak di ketahui penyebabnya. • KONTRA-INDIKASI RELATIF a. Sakit kepala migraine b. Hipertensi . c. Leiomyoma uteri. d. Epilepsi. Sebabnya : retensi air karena pil oral dapat memicu aktifitas serangan pada penderita epilepsi. e. Varises. Sebabnya : pil oral di perkirakan mengurangi kecepatan aliran darah dan menambah koagulabilitas,sehinggah resiko mendapatkan trombophlebitis pada wanita dengan varieses. f. Bedah-elektif. g. Wanita berumur >35 tahun
Indikasi
Keuntungan
a. Efektifitasnya dapat dipercaya ( daya guna teoritis hampir 100 %,daya guna pemakaian 95-98 %.)
b. Prekuensi koitus tidak perluh diatur.
c. Siklus haid jadi teratur.
d. Keluhan- keluhan dismenorea yang primer jadi berkurang atau hilang sama sekali.
Kerugian
a. Pil harus di minum tiap hari,sehinggah kadang-kadang merepotkan
b. Motifasi harus kuat.
c. Adanya efek samping walaupun sifatnya sementara,umpamanya sakit kepala,muntah,buah dada jadi nyeri,dan lain-lain.
d. Kadang-kadang setelah berhenti minum pil dapat timbul amenorea yang persisten.
e. Untuk golongan penduduk tertentu harganya masih mahal.


2. SUNTIKAN KOMBINASI.
Cara kerja ;
• Menekan ovulasi
• Membuat lendir serviks jadi kental sehinggah penetrasi sperma terganggu.
• Perubahan pada endometrium ( atrovi ) sehinggah implantasi terganggu.
• Menghambat transportasi gamet oleh tuba.
a. Keuntungan
• Resiko terhadap kesehatan kecil
• Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri
• Tidak diperlukan pemeriksaan dalam.
• Jangka panjang.
• Efek samping sangat kecil.
• Klien tidak perlu menyimpan obat suntik.
b. Kerugian.
• Terjadi perubahan pada ploa haid, seperti tidak teratur,perdarahan bercak /spoting perdarahan sela sampai 10 hari.
• Mual,sakit kepala,nyeri payudara ringan,dan keluhan seperti ini akan hilang jika dilakukan suntikan kedua atau ketiga.
• Ketergantungan klien terhadap petugas kesehatan.klien harus kembali setiap 30 hari utuk mendapatkan suntikan.
• Efenitasnya ber kurang jika digunakan bersamaan dengan obat-obat epilepsi ( fenitoin dan barbitutat) otau obat tuberkulosis ( rifampisin).
• Penambahan berat badan.
• Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi enular seksual , hepatitis B virus,atau inveksi virus HIV.
• Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan setelah penghentian pemakaian.

B. KONTRASEPSI BERISI PROGESTI – SAJA ( POP )

1. PIL KB MINI
Pil KB mini hanya mengandung progesteron, tetapi tidak mengandung estrogen seperti pada Pil KB kombinasi. Progesteron menyebabkan lendir serviks menjadi pekat sehingga tidak dapat dilalui oleh spermatozoa, dan endometrium menjadi tipis serta atrofi (mengecil). Ovulasi dihambat pada separoh kejadiannya.
Cara pemakaian: diminum terus menerus setiap hari.
Keuntungan Pil KB mini:
Pil KB mini hanya mengandung progesteron, sehingga tidak mengganggu laktasi (keluarnya ASI), atau efek samping yang biasa ditimbulkan Pil KB kombinasi, seperti tekanan darah tinggi dan sakit kepala, mengurangi gangguan kardiovaskuler, menurunkan nyeri dan banyaknya darah haid.
Kerugian Pil KB mini:
• Tingkat kehamilannya lebih tinggi daripada Pil KB kombinasi
• Lebih sering menyebabkan haid tidak teratur dan spotting
• Kemungkinan mendapatkan kehamilan diluar kandungan relatif tinggi

Indikasi
1. Kontraindikasi estrogen atau tidak cocok dengan estrogen
2. Umur diatas 35 tahun
3. Perokok
4. Hipertensi
5. Menyusui
Kontraindikasi Pil KB mini:
• Sebaiknya hanya diberikan pada ibu yang sedang menyusui saja
• Tidak dibenarkan dipakai oleh wanita yang sedang mengalami perdarahan abnormal dari uterus
• Tidak dibenarkan dipakai oleh wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik.
Tanda bahaya Pil KB mini:
• Apabila haid terlambat 14 hari segera pergi ke dokter untuk meyakinkan adanya kehamilan, atau kehamilan di luar kandungan (ektopik).

2. SUNTIKKAN KB
Cara kerja Suntikkan KB:
Hormon progestin sintetik disuntikkan ke dalam otot yang kemudian menyebar sedikit demi sedikit melalui peredaran darah.
Mencegah terjadinya kehamilan dengan menghambat ovulasi, endometrium menjadi tipis dan atrofi, dan lendir serviks menjadi sangat pekat sehingga tidak dapat dilalui oleh spermatozoa.
Ada tiga jenis suntikan KB yaitu:
a) Suntikan 150 mg DMPA (Depomedroksi-Progesteron Asetat) atau Depo Provera yang diberikan setiap 3 bulan.
b) Suntikan 200 mg NET-EN (Noretindron Enantat) yang diberikan setiap 3 bulan.
c) Suntikan setiap bulan (Cyclofen).

Efektifitas dalam mencegah kehamilan:
• Efektivitas teoritik: 0,25 kehamilan / 100 pemakai / tahun (DMPA)
• Efektivitas praktek: 1 kehamilan / 100 pemakai / tahun (DMPA)

Keuntungan Suntikan KB:
• Merupakan salah satu alat kontrasepsi yang efektif dan refersibel
• Tidak disertai efek samping yang serius kecuali kadang terjadi perdarahan banyak
• Pemakaiannya tidak merepotkan, hanya sekali dalam tiga bulan
• Sangat menarik bagi wanita yang menganggap obat suntikan adalah obat yang paling mujarab
• Tidak mengganggu laktasi dan tidak terbukti sebagai obat yang masuk ke dalam ASI sehingga tidak mengganggu pertumbuhan bayi
• Kembalinya kesuburan sama sekali tidak terganggu.

Kerugian Suntikan KB:
• Kira-kira 25% wanita akan tidak meneruskan pemakaian suntikan KB karena gangguan haid atau perdarahan yang banyak
• Perdarahan diantara haid dan amenorea (tidak haid) setelah pemakaian yang lama dapat terjadi pada 50% para pemakainya
• Kembalinya kesuburan diperlambat 4 sampai 8 bulan setelah pemberian terakhir
• Berat badan yang bertambah
• Kecfenderungan adanya peningkatan kadar glukosa darah
• Keluhan lainnya berupa mual, muntah, sakit kepala, panas dingin, pegal-pegal, nyeri perut, dll.

Suntikan KB khususnya berguna kalau:
a) Saat kembalinya kesuburan tidak penting
b) Terdapat risiko meningkatnya komplikasi kardiovaskuler kalau memakai Pil KB
c) Sulit memakai kontrasepsi yang harus dipakai setiap hari
d) Kalau memakai Pil KB mengalami komplikasi dari pemakaian estrogen (umpamanya sakit kepala dan tekanan darah tinggi)
e) Kalau terjadiamenorea tidak berkeberatan
f) Kontak dengan petugas KB secara teratur tidak mungkin

Kontraindikasi suntikan KB:
a) Tidak boleh dipakai apabila diduga adanya kehamilan atau perdarahan abnormal dari uterus yang belum diketahui diagnosisnya
b) Tidak diberikan kalau ada riwayat keganasan
c) Narices yang luas atau kelainan kardiovaskuler lainnya
d) Penyakit hepar

Tanda bahaya Suntikan KB: Harus segera ke dokter kalau terjadi pusing-pusing, sakit kepala atau perdarahan bannyak
3. IMPLANT / SUSUK KB
Susuk KB sistem Norplant terdiri dari 6 batang kapsul atau 2 batang kapsul yang mengandung progestin levonorgestreal. Batang Implant itu disusukkan dibawah kulit lengan atas bagian dalam oleh dokter atau bidan yang sudah terlatih. Lengan yang dipasang Implan biasanya lengan dari tangan yang tidak banyak digunakan beraktifitas.
Obat yang terdapat dalam setiap batang itu akan berdifusi secara teratur masuk ke dalam peredaran darah. Setelah 5 tahun obat steroid dalam setiap batang itu akan habis, kemudian semua batang tersebut harus dikeluarkan dengan jalan pembedahan kecil, atau kalau wanita yang bersangkutan ingin berhenti pemakaiannya.
Progestin itu bekerjanya menghambat ovulasi, lendir serviks menjadi pekat sehingga tidak dapat dilalui spermatozoa, serta mengakibatkan endometrium menjadi tipis dan atrofik sehingga tidak dapat untuk implantasi hasil pembuahan.
Efektifitas dalam mencegah kehamilan:
• Efektivitas teoritik: 0,3 kehamilan / 100 pemakai / tahun
• Efektifitas praktik: 0,3 kehamilan / 100 pemakai / tahun

Keuntungan Susuk KB:
• Sangat efektif dan reversibel
• Hingga kini (2008) belum ditemuka efek samping yang serius, dan penelitiannya masih terus dilanjutkan
• Pemakainnya hanya sekali dalam lima tahun
• Pemulihan kesuburan dapat berlangsung cepat
• Mungkin tidak mempengaruhi laktasi, lipid darah dan tekanan darah

Kerugian Susuk KB:
• Kira-kira 10% para pemakainya tidak meneruskan cara ini karena ketidakteraturan haid
• Pemasangan dan pengambilan susuknya memerlukan prosedur pembedahan
• Kalau tidak meneruskan cara ini batang-batang implant harus dilepas

Pemakaian Susuk KB dinajurkan bagi wanita yang:
a) Tidak ingin punya anak lagi
b) Terdapat risiko mendapatkan komplikasi kardiovaskuler, atau komplikasi karena estrogen kalau memakai Pil KB
c) Tidak mungkin memakai kontrasepsi yang harus dipakai setiap hari
d) Jauh dari tempat pelayanan KB

Indikasi
1. Wanita yang sudah punya anak dan tidak ingin hamil lagi dalam waktu 5 tahun atau tidak ingin anak lagi tetapi tidak mau mengalami proses implantasi.
2. Tidak cocok dengan estrogen dan AKDR.
Kontraindikasi Susuk KB:
• Tidak boleh dipakai kalau dicurigai adanya kehamilan
• Tidak boleh dipakai kalau ada perdarahan abnormal dari uterus yang belum diketahui diagnosisnya
• Tidak boleh dipakai kalau ada riwayat keganasan
• Sebaiknya tidak diberikan kalau ada penyakit kardiovaskuler

Tanda bahaya Susuk KB:
Kalau terjadi pusing, sakit kepala, perdarahan banyak atau infeksi pada tempat susukan harus segera ke dokter.

Indikasi penggunaan POP
Pemakaian pil kontrasepsi yang berisi hanya progestin saja (POP), tidak hanya diperuntukkan untuk wanita yang menyusui. Pada beberapa kondisi tertentu, juga dapat menggunakan POP ini, nah, mari kita lihat siapa saja sih yang dapat menggunakan POP ini
1. Wanita menyusui yang ingin berKB
2. Kontraindikasi atau berisiko menggunakan pil kontrasepsi kombinasi
3. Berisiko menderita penyakit venous/arterial dengan menggunakan pil kontrasepsi kombinasi
4. Wanita yang memilih menggunakan metode ini
5. Perokok
6. Pasca keguguran
4. CINCIN VAGINA
Kerugian dari vaginal ring
a. Wanita harus memegang atau memanipulasi sendiri alat kelaminnya.
b. Hasil-hasil penelitian pendahuluan dari vaginal ring berisi levonorgestrel menyimpulkan bahwa vaginal ring ini kurang efektif dibandingkan metode kontrasepsi hormonal lainnya,kontrasepsi mantap ataupun IUD
C. KONTRASEPSI MANTAP
1. TUBEKTOMI
2. VASEKTOMI
3. REKANALISASI

Selasa, 26 April 2011

Indikasi dan Kontraindikasi Hormon Estrogen dan Progesteron

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia menghadapi masalah dengan jumlah kualitas sumber daya manusia dengan kelahiran 5.000.000/tahun. Untuk dapat mengangkat derajat kehidupan bangsa telah dilaksanakan secara bersamaan pembangunan ekonomi dan keluarga berencana yang merupakan sisi masing-masing mata uang. Bila gerakan keluarga berencana tidak dilakukan bersamaan dengan pembangunan ekonomi dikhawatirkan hasil pembangunan tidak berarti.
Keluarga sebagai unit terkecil kehidupan bangsa diharapkan menerapkan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) yang berorientasi pada zero population growth (pertumbuhan seimbang).

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang kami angkat yaitu apa saja informasi tentang obat-obatan yang mengandung hormon estrogen dan progesteron termasuk indikasi dan kontraindikasinya.

C. Tujuan

1. Tujuan Umum
Makalah ini dibuat sebagai pedoman atau acuan kami untuk mengaplikasikan teori yang di dapat dalam memberikan promosi kesehatan terhadap pasien.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui definisi hormon estrogen dan progesteron
b. Mengetahui jenis dan kegunaan hormon estrogen dan progsteron
c. Mengetahui indikasi dan kontraindikasi hormon estrogen dan progesteron
d. Mengetahui mekanisme kerja hormon estrogen dan progesteron dalm tubuh
e. Mengetahui terapi alam yang memiliki efek sejenis

D. Manfaat

1. Bagi Mahasiswa
Penulisan makalah ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan mahasiswa, sehingga kelak dapat memberikan pelayanan dalam bidang kefarmasian secara aman dan tepat.
2. Bagi para bidan
Penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petugas kesehatan khususnya bidan dalam memberikan pengobatan yang aman dan tepat. sehingga senantiasa dapat memberikan pelayanan dalam bidang kefarmasian secara aman dan tepat.



BAB II
ISI

A. Definisi

Hormon estrogen adalah hormon steroid seks dengan 18 atom C dan dibentuk terutama dari 17-ketosteroid androstenedion. (Sarwono Prawirohardjo, ilmu kandungan)
Hormon progesteron adalah hormon seks wanita yang essensial bagi kehidupan normal dan untuk mempertahankan kehamilan, yang di produksi oleh korpus luteum dan plasenta. (Denise Tiran, kamus saku bidan)

B. Jenis dan Kegunaan

1. Estrogen oral
2. Estrogen transdermal
3. Progestin oral
4. Progestin Vaginal
5. Kombinasi estrogen dan progesterin oral pada pemakaian kontinu
6. Kombinasi estrogen dan progesterin oral pada pemakaian siklik
7. Kombinasi estrogen dan progesterin transdermal
8. Kombinasi estrogen dan androgen

C. Indikasi dan Kontraindikasi

1. Estrogen
• Indikasi
a. Kontrasepsi
b. Vaginitis atrofik
c. Osteoporosis
d. Penyakit kardiovaskuler yang terkait menopause
e. Perdarahan menstruasi hemoragik
f. Kegagalan perkembangan ovarium
g. Hirsutisme
h. Kanker prostate
• Kontraindikasi
a. Kehamilan teratogenik
b. Neoplasma yang tergantung estrogen
c. Perdarahan pervaginam
d. Kerusakan hati
e. Kelainan tromboembolik
• Efek Samping
a. Nausea (memburuk pada waktu pagi, kemudian terjadi toleransi)
b. nyeri tekan payudara dan edema
c. ginekomastia
d. (Peran estrogen dalam mengubah risiko penyakit kardiovaskuler belum jelas)

2. Progesteron
• Indikasi
a. Kontrasepsi
b. Perdarahan menstruasi hemoragik/ tidak teratur
c. Karsinoma endometrium
d. Hipoventilasi
• Kontraindikasi
Meningioma.
• Efek samping
a. Maskulinisasi pada penggunaan lama
b. Toksisitas minimal.

D. Mekanisme Kerja

1. Estrogen
• Mekanisme
1. Menginduksi sintesis protein spesifik melalui reseptor intrasel
2. Menekan efek androgen
• Farmakokinetik
Sebagian besar estrogen diabsorpsi dengan baik secara oral. Estrogen cenderung cepat didegradasi oleh hati selama lintasan pertama dari saluran cerna. Metabolitnya adalah glukororonida dan konjugat sulfide yaitu estradiol, estron dan estriol.

2. Progesteron
• Mekanisme
a. Menginduksi sintesis protein spesifik melalui
b. Reseptor intrasel
• Farmakokinetik
Dimetabolisme oleh hati menjadi glukoronida atau konjugat sulfat. Sebagian besar dosis awal cepat didegradasi oleh metabolisme lintasan pertama, sehingga progesterone tidak mencapai jaringan bila diberikan secara oral. Progestin sintetis sebaliknya tidak rentan terhadap metabolisme lintasan pertama sehingga dapat diberikan secara oral.

E. Terapi Alam yang Memiliki Efek Sejenis

a. Tempe
Mengandung Estrogen.



BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Hormon estrogen adalah hormon steroid seks dengan 18 atom C dan dibentuk terutama dari 17-ketosteroid androstenedion. Sedangkan Hormon progesteron adalah hormon seks wanita yang essensial bagi kehidupan normal dan untuk mempertahankan kehamilan, yang di produksi oleh korpus luteum dan plasenta.
Indikasi estrogen yaitu Kontrasepsi, Vaginitis atrofik, Osteoporosis, Penyakit kardiovaskuler yang terkait menopause, Perdarahan menstruasi hemoragik, Kegagalan perkembangan ovarium, Hirsutisme dan Kanker prostate. Sedangkan indikasi progesteron yaitu Kontrasepsi, Perdarahan menstruasi hemoragik/ tidak teratur, Karsinoma endometriumdan Hipoventilasi.
Kontraindikasi estrogen yaitu Kehamilan teratogenik, Neoplasma yang tergantung estrogen, Perdarahan pervaginam, Kerusakan hati dan Kelainan tromboembolik. Sedangkan kontraindiksi progesteron yaitu Meningioma.

B. Saran
Sebagai seorang bidan wajib mengetahui indikasi dan kontraindikasi estrogen dan progesteron agar pemberian terapi tepat guna. Sehingga bidan dapat menjelaskan bagaimana cara kerja dan efek samping dari obat-obatan yang mengandung hormon estrogen an progesteron.



DAFTAR PUSTAKA

1. http://en.wikipedia.org/wiki. diakses tanggal 21 Desember 2009
2. ISO INDONESIA. Juli 2009. Jakarta : PT. ISFI Penerbitan
3. Prawirohardjo, Sarwono. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka.

Minggu, 24 April 2011