Minggu, 24 April 2011

Faktor masyarakat cenderung menggunakan Metode KB alamiah

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Dewasa ini, sudah banyak orang yang memikirkan kembali tentang Keluarga Berencana. Program tampak sedikit dilupakan dekade terakhir ini. Bila dilihat dari angka jumlah penduduk di Indonesia yg berkisar 240 juta jiwa pada tahun 2008, program ini dapat dikatakan tidak cukup berhasil. Jika seandainya berhasil, sudah seharusnya angka penduduk Indonesia tidak berlipat ganda dalam kurun waktu satu generasi. Berdasarkan sensus penduduk Indonesia tahun 1971, jumlah penduduk Indonesia saat itu 120 juta jiwa. Dalam kurang lebih 30 tahun, penduduk Indonesia bertambah 70% (sensus 2000, jumlah penduduk Indonesia 206 juta jiwa). Sedangkan program KB sudah dikenal sejak tahun 1970. Dari mulai tahun 2000 sampai sekarang angka penduduk Indonesia bertambah hampir 40 juta jiwa. Hal ini dapat dikatakan hampir 30% dari angka di tahun 1971. Dari hal ini dapat dilihat bahwa trend KB merosot dalam decade ini (Xixi, 2009).
KB pada hakikatnya merupakan program yang turut berperan penting dalam menciptakan generasi masa depan bangsa Indonesia yang berkualitas serta mampu bersaing dengan bangsa lain. Bila setiap keluarga di Indonesia merencanakan kelahiran anak secara bertanggungjawab maka kita akan memiliki generasi masa depan yang berkualitas dan siap pakai. Kenyataan membeludaknya TKI, pengangguran, tingginya angka kemiskinan, adanya anak jalanan, selain disebabkan oleh masalah sosial seperti kurangnya persediaan lapangan pekerjaan, rendahnya pendidikan, keterampilan dan keahlian, juga di balik itu memperlihatkan salah satu indikasi belum berhasil sepenuhnya penerapan program KB di Indonesia.
Beberapa pasangan suami-istri mengalami kesulitan dalam memilih metode KB. Ada ibu yang kegemukan mengikuti suatu metode KB, ada juga yang alergi dan sebagainya. Tentu itu bukan tujuan dari program KB, hanya efek samping tapi kadang-kadang turut mengusik kebahagiaan rumah tangga. Beberapa di antara mereka memperhitungkan masa subur, dimana masa subur sangat besar artinya bagi mereka yang menginginkan hamil dan bagi yang ingin menunda kehamilan. Bagi yang menginginkan kehamilan, masa subur bisa dijadikan patokan untuk melakukan hubungan seksual karena saat ini ovulasi sedang terjadi sehingga kemungkinan hamil sangat besar. Sedangkan bagi yang mau menunda kehamilan, masa subur merupakan masa yang harus dihindari untuk mencegah terjadinya kehamilan.
Masa subur erat kaitannya dengan metode KB sederhana tanpa alat. Pengguna metode KB Sederhana tanpa alat di masyarakat jumlahnya cukup bervariasi. Terdapat beberapa faktor pendorong masyarakat menggunakan atau tidak metode KB tersebut.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, permasalahan dalam makalah ini dapat dirumuskan sebagai berikut.
1.2.1 Faktor-faktor apa saja yang mendorong minat ibu menggunakan metode kontrasepsi sederhana tanpa alat?
1.2.2 Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi minat ibu untuk tidak menggunakan metode kontrasepsi sederhana tanpa alat?

1.3 Metode Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data yang objektif dan akurat, teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara pada 40 orang ibu dengan usia yang berbeda di Desa ”X”, daftar pertanyaan terlampir.




BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Faktor yang Mempengaruhi Minat Seseorang
Penelitian yang dilakukan oleh Sindhung (1999) menyebutkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan alat kontrasepsi diantaranya adalah pengetahuan, informasi, umur, sosial ekonomi serta dukungan tokoh masyarakat / keluarga. Hal ini sesuai dengan teori Green (1980) bahwa perilaku kesehatan termasuk didalamnya pemilihan alat kontrasepsi dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu faktor predisposing (pengetahuan, sikap, pendidikan, ekonomi keluarga), faktor-faktor pendukung (ketersediaan alat kesehatan, sumber informasi) serta faktor pendorong (dukungan keluarga/tokoh masyarakat) (Atiek Prihatmiati K, 2003).

2.2 Masa Subur
Masa subur adalah masa di mana persetubuhan akan menghasilkan keturunan. Sedangkan persetubuhan yang terjadi pada masa kering tidak dapat menghasilkan pembuahan (keturunan). Masa subur berlangsung sekitar tiga hari setelah masa haid ditandai dengan rasa basah (lengket seperti putih telur) pada alat vital wanita. Masa subur berlangsung antara 8 sampai 12 hari, disusul masa kering yang berlangsung sekitar 13 hari. Masa kering berakhir dengan datangnya kembali masa haid.
Panjang-pendeknya masa-masa subur tersebut berbeda-beda pada setiap wanita, karena itu perlu pengamatan serta pencatatan yang tekun dan teliti oleh akseptor. Juga harus dapat dibedakan antara lendir kesuburan pada masa basah dan lendir karena rangsangan seksual atau karena adanya jamur. Bagi akseptor yang ingin menunda atau menjarangkan kehamilan maka hubungan intim dilakukan pada masa kering, sedangkan pada masa basah dapat memilih metode alternatif . (Simamora, 2009)

2.3 Metode KB Sederhana Tanpa Alat
2.3.1 KB alamiah
Metode alamiah sering juga disebut dengan metode pantang berkala, yaitu tidak melakukan senggama pada masa subur seorang wanita yaitu sekitar waktu terjadinya ovulasi.
1. Cara kerja :
Untuk menggunakan keluarga berencana alamiah secara efektif, pasangan perlu memodifikasi prilaku seksual mereka. Pasangan harus mengamati tanda-tanda fertilitas wanita secara harian dan mencatatnya. Mengenal masa subur dan tidak melakukan aktifitas seksual pada masa subur jika tidak menginginkan kehamilan.
2. Efektivitas :
Bila digunakan secara sempurna efektivitas metode KBA dapat mencapai 65%.
3. Manfaat :
• Dapat digunakan baik untuk menghindari atau untuk menginginkan kehamilan
• Tidak ada efek samping
• Meningkatkan pengetahuan mengenai fungsi reproduksi wanita
• Menumbuhkan kepercayaan diri tidak tergantung kepada kontrasepsi
• Meningkatkan keterlibatan pihak pria
• Tidak tergantung dengan tenaga medis
• Ekonomis
4. Indikasi :
Keluarga Berencana Alamiah merupakan metode yang sesuai untuk :
• Wanita yang mau mengamati tanda kesuburan
• Wanita yang mempunyai siklus haid yang cukup teratur
• Pasangan dengan tidak dapat mengguanakan metode lain
• Tidak keberatan jika terjadi kehamilan
5. Macam KB Alamiah :
1) Metode Kalender (Ogino-Knaus)
Metode ini ditemukan oleh Ogino dari Jepang dan Knaus dari Austria, dimana Ogino menyatakan bahwa ovulasi terjadi pada antara hari ke 12-16 sebelum haid yang akan datang, sedangkan Knaus berpendapat bahwa ovulasi selalu terjadi pada hari 15 sebelum haid yang akan datang. Untuk menggunakan metode ini, seorang wanita hendaknya menentukan masa ovulasi dari data haid selama 6 bulan.
• Teknik metode kalender :
Seorang wanita menentukan masa suburnya dengan :
a. Mengurangi 18 hari dari siklus haid terpendek, untuk menetukan awal dari masa subunya.
b. Mengurangi 11 hari dari siklus haid terpanjang, untuk menentukan akhir dari masa suburnya.
2) Metode Suhu Basal
• Cara kerja :
Hormone progesterone yang disekresi oleh korpus luteum setelah ovulasi, bersifat termogenik atau memproduksi panas. Karena itu dapat menaikkan suhu tubuh 0,050C sampai 0,20C dan mempertahankan pada tingkat ini sampai saat haid berikutnya. Peningkatan suhu tubuh sebagai peningkatan termal dan ini merupakan dasar dari metode suhu tubuh dasar ( STB) (Saifuddin.dkk,1996).
• Petunjuk penggunaan Metode Suhu Tubuh Bassal
Pantang dimulai pada hari pertama haid dan diakhiri saat diterapkan aturan peningkatan termal. Untuk menerapkan aturan peningkatan termal, harus diambil langkah-langkah sebagai berikut:
a. Selama siklus haid, klien mengukur suhu tubuhnya setiap pagi sebelum bangun dari tempat tidur dan mencatat pada lembar catatan.
b. Identifikasi suhu tertinggi dari suhu normal, catat dengan pola khusus selama 10 hari, dengan mengesampingkan suhu tubuh tinggi yang abnormal akibat dari demam atau ganggguan lain.
c. Tarik sebuah garis 0,050C di atas suhu tertinggi dari 10 suhu tersebut diatas. Garis ini disebut garis penutup atau garis suhu
d. Tunggu selama tiga hari dari suhu yang lenbih tinggi untuk memulai senggama. Fase tidak subur dimulai pada malam ketiga dari 3 hari berturut-turut dengan suhu diatas garis suhu.
e. Bila salah satu dari ketiga suhu turun atau dibawah garis suhu selama tiga hari perhitungan, ini pertanda bahwa ovulasi belum terjadi. Jadi klien harus menunggu selama tiga hari berturut-turut
f. Setelah fase tidak subur dimulai, tidak perlu lagi mencatat suhu tubuh sampai siklus haid berikutnya.
g. Untuk memperoleh perlindungan yang lebih baik, dianjurkan penggunaan STB dikombinasikan dengan metode lain seperti metode lendir serviks.
3) Metode Lendir Serviks (Billings)
Perubahan siklus dari lendir serviks yang terjadi karena perubahan estrogen. Lendir serviks yang diatur oleh hormon estrogen dan progesterone ikut berperan dalam reproduksi. Pada setiap siklus haid diproduksi 2 macam lendir serviks oleh sel serviks, yaitu :
a. Lendir tipe E (Estrogenik):
a) Diproduksi pada fase akhir pra ovulasi dan fase ovulasi
b) Sifat-sifat:
- banyak, tipis, seperti air (jernih) dan viskositas rendah
- spinkerbeit (elastisitas) besar
- bila dikeringkan terjadi bentuk seperti daun pakis
c) Spermatozoa dapat menembus lendir ini
b. Lendir tipe H(Gestagenik)
a) Diproduksi pada fase awal praovulasi dan setelah ovulasi
b) Sifat –sifat:
- kental
- viskositas tinggi
- keruh
c) Dibuat karena peninggian kadar estrogen
d) Spermatozoa tidak dapat membus lendir ini
Ciri-ciri lendir serviks pada berbagai fase dari siklus haid (30):
a. Fase I
- haid
- hari1-5
- lendir dapat ada atau tidak, dan tertutup oleh darah haid
- perasaan wanita : basah dan licin (lubrikatif)
b. Fase II
- post haid
- hari 6-10
- tidak hanya lendir / hanya sedikit
- perasaan wanita kering
c. Fase III
- awal pra ovulasi
- hari 11- 13
- lendir keruh, kuning atau putih dan liat
- perasaan wanita : liat dan atau lembab
d. Fase IV
- segera sebelum pada saat dan sesudah ovulasi
- hari 14-17
- lendir bersifat jernih, licin, basah, dapat diregangkan
- dengan konsistensi seperti putih telur
- hari terakhir fase ini dikenal sebagai gejala puncak
- perasaan wanita :lubrikatif dan atau basah
e. Fase V
- post ovulasi
- hari 18-21
- lendir sedikit, keruh dan liat
- perasaan wanita liat dan atau lembab
f. Fase VI
- akhir post ovulasi atau segera pra haid
- hari 27-30
- lendir jernih dan seperti air
- perasaan wanita : liat dan atau lembab-basah

• Teknik Metode Lendir Serviks
Abstain dimulai dari hari pertama diketahui adanya lendir setelah haid dan berlanjut sampai dengan hari keempat setelah gejala puncak.
• Penyulit-penyulit lendir serviks :
a. keadaan fisiologis : sekresi vagina karena ada rangsangan seksual.
b. keadaan patologis : infeksi vagina, serviks, penyakit-penyakit, pemakaian obat.
c. keadaan psikologis : sters baik fisik maupun emosional

2.3.2 Coitus Interuptus
Metode Withdrawal adalah metode kontrasepsi dimana senggama diakhiri sebelum terjadi ejakulasi intravaginal. Ejakulasi terjadi jauh dari genetalia eksterna wanita.
1. Keuntungan :
• tidak memerlukan alat /murah
• tidak menggunakan zat-zat kimiawi
• selalu tersedia setiap saat
• tidak mempunyai efek samping
2. Kerugian :
• angka kegagalan cukup tinggi
o 16-23 kehamilan per 100 wanita per tahun
o factor-faktor yang menyebabkan angka kegagalan adalah :
- adanya cairan pra ejakulasi, yang dapat keluar setiap saat, dan setiap tetes sudah mengandung berjuta-juta spermatozoa
- kurangnya kontrol dari pria, yang pada metode ini justru penting.
• kenikmatan seksual berkurang bagi suami istri, sehingga dapat mempengaruhi kehidupan perkawinan.
3. Kontra indikasi :
• Ejakulasi premature pada pria
4. Hal-hal penting yang perlu diketahui oleh akseptor:
• sebelum senggama cairan pra ejakulasi pada ujung penis harus dibersihkan terlebih dahulu
• bila pria merasa akan berejakulasi, ia harus mengeluarkan penisnya dari dalam vagina dan selanjutnya ejakulasi dilakukan jauh dari orifisium vagina.
• coitus interuptus (CI) bukan metode yang baik untuk pasangan yang menginginkan senggama berulang, karena semen yang masih dapat tertinggal di dalam cairan bening dan ujung penis.
• CI bukan metode kontrasepsi yang baik bila suami tidak mengetahui kapan ia akan berejakulasi.






BAB III
PEMBAHASAN

KB merupakan salah satu sarana bagi setiap keluarga baru untuk merencanakan pembentukan keluarga ideal, keluarga kecil bahagia dan sejahtera lahir dan bathin. Melalui program KB diharapkan lahir manusia Indonesia yang berkualitas prima, yaitu manusia Indonesia yang memiliki kualitas diri antara lain beriman, cerdas, trampil, kreatif, mandiri, menguasai iptek, memiliki daya juang, bekerja keras, serta berorientasi ke depan. Karena itu KB seharusnya bukan hanya menjadi program pemerintah tetapi program dari setiap keluarga masyarakat Indonesia.
Masyarakat memiliki kebebasan untuk memilih metode kontrasepsi yang diinginkan. Dari hasil wawancara terhadap 40 ibu-ibu di desa “X”, 10 orang di antara mereka memilih untuk menggunakan metode kontrasepsi sederhana tanpa alat dan 30 orang lainnya memilih untuk tidak menggunakan metode kontrasepsi ini. Responden memiliki alasan yang beragam mengenai keputusan untuk menggunakan atau tidak menggunakan metode kontrasepsi sederhana tanpa alat.

3.1 Faktor Pendorong Menggunakan Metode Kontrasepsi Sederhana Tanpa Alat
Masyarakat pengguna metode kontrasepsi sederhana tanpa alat memiliki alasan yang berbeda-beda mengenai hal yang mendorong mereka lebih memilih kontrasepsi tersebut. Adapun factor pendorong masyarakat memilih metode ini dengan alasan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk alat kontrasepsi. Mereka bisa memanfaatkan keuangan untuk keperluan rumah tangga yang lain sehingga dapat menghemat pengeluaran. Serta dapat melibatkan suami dalam penggunaan kontrasepsi ini seperti pada senggama terputus dimana suami yang memegang peranan penting, sehingga tidak istri saja yang harus menggunakan kontrasepsi.
Mereka juga beranggapan, dengan tidak menggunakan alat dapat terhindar dari efek merugikan bahan kimia yang terkandung di dalam alat kontrasepsi. Hal ini juga dapat menghindarkan diri dari kemungkinan alergi yang ditimbulkan oleh karena pemakaian alat kontrasepsi. Selain itu, alat kontrasepsi menurut mereka dapat menyebabkan sakit dalam pamakaiannya, seperti penggunaan KB suntik 3 bulan dimana akseptor akan mengalami sakit akibat tusukan jarum setiap 3 bulannya. Siklus menstruasi dapat menjadi tidak teratur serta berat badan akan naik pada umumnya, sehingga akan mengurangi daya tarik bagi suami mereka karena kenaikan berat badan yang bertahap. Oleh sebab itu, mereka lebih memilih untuk menggunakan metode kontrasepsi sederhana tanpa alat.
Berdasarkan kajian teori pada BAB II, telah dijelaskan bahwa untuk menggunakan keluarga berencana alamiah secara efektif, pasangan perlu memodifikasi prilaku seksual mereka. Pasangan harus mengamati tanda-tanda fertilitas wanita secara harian dan mencatatnya. Mengenal masa subur dan tidak melakukan aktifitas seksual pada masa subur jika tidak menginginkan kehamilan metode kontrasepsi sederhana tanpa alat tidak mempengaruhi siklus menstruasi wanita.
Alasan responden yang beragam tersebut sesuai dengan kajian teori mengenai metode kontrasepsi sederhana tanpa alat. Dengan menggunakan metode ini, tidak menimbulkan efek samping bagi tubuh karena tidak memasukkan benda asing maupun bahan kimia lain. Dalam penggunaannya pun tidak tergantung dengan tenaga medis, sehingga dapat lebih ekonomis.

3.2 Faktor Pendorong tidak Menggunakan Metode Kontrasepsi Sederhana Tanpa Alat
Sebagian besar responden di desa “X” tidak menggunakan metode kontrasepsi sederhana tanpa alat. Dari 40 responden, 30 orang memilih untuk tidak menggunakan metode KB tanpa alat. Mereka memiliki alasan yang beragam. Pada umumnya, mereka beralasan bahwa metode tersebut “ribet” karena perlu waktu dan latihan untuk dapat mengetahui secara tepat masa suburnya. Selain itu, penentuan masa subur ini tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan pengamatan 1 siklus mentruasi saja, setidaknya perlu pengamatan selama 6 bulan untuk lebih amannya, sehingga dapat terhindar dari kehamilan yang tidak diinginkan. Selain itu bagi mereka yang mempunyai siklus haid yang tidak teratur akan sulit untuk menentukan sendiri kapan atau tidak berada pada masa subur. Keefektivan tergantung dari kemauan, pemahaman dan disiplin pasangan maupun akseptor sendiri. Oleh karena itu, mereka lebih memilih menggunakan KB dengan alat yang lebih efektif dan efisien. Dengan pemakaian yang berkala sehingga mereka tidak perlu ribet lagi untuk memikirkan cara berhubungan seksual setiap harinya untuk mencegah kehamilan atau mengatur jarak kehamilannya.
Dan ada juga kerugiannya karena metode kontrasepsi sederhana tanpa alat memerlukan waktu pantang berkala yang relative lama, sehingga dapat mengurangi keharmonisan rumah tangga. Suami yang tidak dapat menahan keinginannya untuk melakukan hubungan suami istri, dapat melampiaskan keinginannya tersebut di luar rumah.
Bagi pasangan yang salah satunya terinfeksi penyakit menular seksual (PMS), metode kontrasepsi sederhana tanpa alat ini dihindari. Pasalnya, metode ini tidak melindungi pihak yang tidak terinfeksi, seperti pada penggunaan kondom.


BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Berdasarkan latar belakang masalah dan pembahasan di depan, dapat disimpulkan faktor pendorong masyarakat memilih metode kontrasepsi sederhana tanpa alat adalah metode ini tidak memerlukan biaya sehingga dapat menghemat pengeluaran, terhindar dari efek merugikan bahan kimia yang terkandung di dalam alat kontrasepsi, menghindari kemungkinan alergi yang ditimbulkan oleh karena pemakaian alat kontrasepsi, tidak merubah siklus menstruasi pada wanita, tidak bertambahnya berat badan bagi penggguna, tidak mempengaruhi kesuburan dalam jangka panjang, dan tidak menyakitkan. Adapun faktor pendorong tidak menggunakan metode kontrasepsi sederhana tanpa alat antara lain memerlukan waktu dan latihan, penentuan masa subur ini tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan pengamatan 1 siklus menstruasi saja, waktu pantang berkala terlalu lama, KB dengan alat lebih efektif dan efisien, dapat melindungi terhadap infeksi penyakit menular seksual (PMS), serta keefektivan tergantung dari kemauan, pemahaman dan disiplin pasangan maupun akseptor sendiri.

4.2 Saran
Saran yang dapat diberikan sehubungan dengan masalah di atas adalah setiap pasangan usia subur yang masih produktif dapat menggunakan metode kontrasepsi jenis apapun semasih mereka bisa mengatur sendiri jarak kehamilannya serta dapat menggunakan dan memanfaatkan dengan efektif. Sehingga program Keluarga Berencana tidak hanya menjadi program pemerintah saja tetapi menjadi program setiap keluarga di dunia khususnya di Indonesia sehingga akan terbentuk manusia Indonesia yang berkualitas.



DAFTAR PUSTAKA
Prawirohardjo, Sarwono.2006. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi.Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Hartanto, Hanafi.2004.Keluarga Berencana dan Kontrasepsi.Jakarta: Pustaka Sinar Harapan
Simamora, Sr A. tt . Keluarga Berencana Alamiah dan Pengentasan Kemiskinan. http://www.keluarga-katolik.net/index.php?option=com_content&view=article&id=89: keluarga-berencana-alamiah-dan-pengentasan-kemiskinan&catid=42:relasi&Itemid=168. 12 Maret 2010

Xixi. 15 Mei 2009. Indonesia One Child Policy. http://umum.kompasiana.com/2009/05/15/ indonesia-one-child-policy/. 12 Maret 2010.

Cara Tepat Memilih Alat Kontrasepsi Keluarga Berencana bagi Wanita

Pendahuluan
Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita, meskipun tidak selalu diakui demikian. Untuk optimalisasi manfaat kesehatan KB, pelayanan tersebut harus disediakan bagi wanita dengan cara menggabungkan dan memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan reproduksi utama dan yang lain. Juga responsif terhadap berbagai tahap kehidupan reproduksi wanita. Peningkatan dan perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami oleh wanita.
Banyak wanita harus menentukan pilihan kontrasepsi yang sulit. Tidak hanya karena terbatasnya jumlah metode yang tersedia, tetapi juga karena metode-metode tersebut mungkin tidak dapat diterima sehubungan dengan kebijakan nasional KB, kesehatan individual, dan seksualitas wanita atau biaya untuk memperoleh kontrasepsi. Dalam memilih suatu metode, wanita harus menimbang berbagai faktor, termasuk status kesehatan mereka, efek samping potensial suatu metode, konsekuensi terhadap kehamilan yang tidak diinginkan, besarnya keluarga yang diinginkan, kerjasama pasangan, dan norma budaya mengenai kemampuan mempunyai anak.
Setiap metode mempunyai kelebihan dan kekurangan. Namun demikian, meskipun telah mempertimbangkan untung rugi semua kontrasepsi yang tersedia, tetap saja terdapat kesulitan untuk mengontrol fertilitas secara aman, efektif, dengan metode yang dapat diterima, baik secara perseorangan maupun budaya pada berbagai tingkat reproduksi. Tidaklah mengejutkan apabila banyak wanita merasa bahwa penggunaan kontrasepsi terkadang problematis dan mungkin terpaksa memilih metode yang tidak cocok dengan konsekuensi yang merugikan atau tidak menggunakan metode KB sama sekali.
Perasaan dan kepercayaan wanita mengenai tubuh dan seksualitasnya tidak dapat dikesampingkan dalam pengambilan keputusan untuk menggunakan kontrasepsi. Banyak wanita tidak bersedia mengubah siklus normalnya, karena takut bahwa perdarahan yang lama dapat mengubah pola hubungan seksual dan dapat mendorong suami berhubungan seks dengan wanita lain. Siklus yang memanjang atau perdarahan intermiten dapat membatasi partisipasi dalam aktivitas keagamaan maupun budaya. Oleh karena itu, pendapat suami mengenai KB cukup kuat pengaruhnya untuk menentukan penggunaan metode KB oleh istri. Karena wanita mempunyai semacam kendali apabila mereka bertanggung jawab dalam penggunaan kontrasepsi. Dilain pihak, mereka juga dapat merasa kecewa karena harus menolak permintaan seks pasangannya dan memikul beban berat dari setiap efek samping dan risiko kesehatan. Wanita mungkin takut, karena alasan kesopanan atau rasa malu, untuk berbicara dengan pasangannya, baik tentang KB maupun menolak keinginan pasangannya untuk berhubungan ataupun mempunyai anak. Akhirnya, beberapa wanita memilih menggunakan kontrasepsi tanpa sepengetahuan pasangannya.
Dalam tulisan ini akan diuraikan beberapa cara dan pemakaian alat kontrasepsi, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing kontrasepsi. Tulisan ini diharapakan dapat memberi masukan dan menambah pengetahuan bagi wanita untuk memilih alat kontrasepsi yang tepat.
Berbagai Cara Kontrasepsi
Kontrasepsi berasal dari kata kontra berarti ‘mencegah’ atau ‘melawan’ dan konsepsi yang berarti pertemuan antara sel telur yang matang dan sel sperma yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari kontrasepsi adalah menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma tersebut. Ada dua pembagian cara kontrasepsi, yaitu cara kontrasepsi sederhana dan cara kontrasepsi moderen (metode efektif).
  1. Cara Kontrasepsi SederhanaKontrasepsi sederhana terbagi lagi atas kontrasepsi tanpa alat dan kontrasepsi dengan alat/obat. Kontarsepsi sederhana tanpa alat dapat dilakukan dengan senggama terputus dan pantang berkala. Sedangkan kontarsepsi dengan alat/obat dapat dilakukan dengan menggunakan kondom, diafragma atau cup, cream, jelly, atau tablet berbusa (vaginal tablet).
  2. Cara Kontrasepsi Moderen/Metode EfektifCara kontrasepsi ini dibedakan atas kontrasepsi tidak permanen dan kontrasepsi permanen. Kontrasepsi permanen dapat dilakukan dengan pil, AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), suntikan, dan norplant. Sedangkan cara kontrasepsi permanen dapat dilakukan dengan metode mantap, yaitu dengan operasi tubektomi (sterilisasi pada wanita) vasektomi (sterilisasi pada pria).
Senggama Terputus
Merupakan cara kontrasepsi yang paling tua. Senggama dilakukan sebagaimana biasa, tetapi pada puncak senggama, alat kemaluan pria dikeluarkan dari liang vagina dan sperma dikeluarkan di luar. Cara ini tidak dianjurkan karena sering gagal, karena suami belum tentu tahu kapan spermanya keluar.
Pantang Berkala (Sistem Kalender)
Cara ini dilakukan dengan tidak melakukan senggama pada saat istri dalam masa subur. Cara ini kurang dianjurkan karena sukar dilaksanakan dan membutuhkan waktu lama untuk ‘puasa’. Selain itu, kadang juga istri kurang terampil dalam menghitung siklus haidnya setiap bulan.
Kondom/Diafragma
Kondom merupakan salah satu pilihan untuk mencegah kehamilan yang sudah populer di masyarakat. Kondom adalah suatu kantung karet tipis, biasanya terbuat dari lateks, tidak berpori, dipakai untuk menutupi zakar yang berdiri (tegang) sebelum dimasukkan ke dalam liang vagina. Kondom sudah dibuktikan dalam penelitian di laboratorium sehingga dapat mencegah penularan penyakit seksual, termasuk HIV/AIDS.
Kondom mempunyai kelebihan antara lain mudah diperoleh di apotek, toko obat, atau supermarket dengan harga yang terjangkau dan mudah dibawa kemana-mana. Selain itu, hampir semua orang bisa memakai tanpa mengalami efek sampingan. Kondom tersedia dalam berbagai bentuk dan aroma, serta tidak berserakan dan mudah dibuang. Sedangkan diafragma adalah kondom yang digunakan pada wanita, namun kenyataannya kurang populer di masyarakat.
Cream, Jelly, atau Tablet Berbusa
Semua kontrasepsi tersebut masing-masing dimasukkan ke dalam liang vagina 10 menit sebelum melakukan senggama, yaitu untuk menghambat geraknya sel sperma atau dapat juga membunuhnya. Cara ini tidak populer di masyarakat dan biasanya mengalami keluhan rasa panas pada vagina dan terlalu banyak cairan sehingga pria kurang puas.
Pil
Pil adalah obat pencegah kehamilan yang diminum. Pil telah diperkenalkan sejak 1960. Pil diperuntukkan bagi wanita yang tidak hamil dan menginginkan cara pencegah kehamilan sementara yang paling efektif bila diminum secara teratur. Minum pil dapat dimulai segera sesudah terjadinya keguguran, setelah menstruasi, atau pada masa post-partum bagi para ibu yang tidak menyusui bayinya. Jika seorang ibu ingin menyusui, maka hendaknya penggunaan pil ditunda sampai 6 bulan sesudah kelahiran anak (atau selama masih menyusui) dan disarankan menggunakan cara pencegah kehamilan yang lain.
Pil dapat digunakan untuk menghindari kehamilan pertama atau menjarangkan waktu kehamilan-kehamilan berikutnya sesuai dengan keinginan wanita. Berdasarkan atas bukti-bukti yang ada dewasa ini, pil itu dapat diminum secara aman selama bertahun-tahun. Tetapi, bagi wanita-wanita yang telah mempunyai anak yang cukup dan pasti tidak lagi menginginkan kehamilan selanjutnya, cara-cara jangka panjang lainnya seperti spiral atau sterilisasi, hendaknya juga dipertimbangkan. Akan tetapi, ada pula keuntungan bagi penggunaan jangka panjang pil pencegah kehamilan. Misalnya, beberapa wanita tertentu merasa dirinya secara fisik lebih baik dengan menggunakan pil daripada tidak. Atau mungkin menginginkan perlindungan yang paling efektif terhadap kemungkinan hamil tanpa pembedahan. Kondisi-kondisi ini merupakan alasan-alasan yang paling baik untuk menggunakan pil itu secara jangka panjang.
Jenis-jenis Pil
  1. Pil gabungan atau kombinasi
    Tiap pil mengandung dua hormon sintetis, yaitu hormon estrogen dan progestin. Pil gabungan mengambil manfaat dari cara kerja kedua hormon yang mencegah kehamilan, dan hampir 100% efektif bila diminum secara teratur.
  2. Pil berturutan
    Dalam bungkusan pil-pil ini, hanya estrogen yang disediakan selama 14—15 hari pertama dari siklus menstruasi, diikuti oleh 5—6 hari pil gabungan antara estrogen dan progestin pada sisa siklusnya. Ketepatgunaan dari pil berturutan ini hanya sedikit lebih rendah daripada pil gabungan, berkisar antara 98—99%. Kelalaian minum 1 atau 2 pil berturutan pada awal siklus akan dapat mengakibatkan terjadinya pelepasan telur sehingga terjadi kehamilan. Karena pil berturutan dalam mencegah kehamilan hanya bersandar kepada estrogen maka dosis estrogen harus lebih besar dengan kemungkinan risiko yang lebih besar pula sehubungan dengan efek-efek sampingan yang ditimbulkan oleh estrogen.
  3. Pil khusus – Progestin (pil mini)
    Pil ini mengandung dosis kecil bahan progestin sintetis dan memiliki sifat pencegah kehamilan, terutama dengan mengubah mukosa dari leher rahim (merubah sekresi pada leher rahim) sehingga mempersulit pengangkutan sperma. Selain itu, juga mengubah lingkungan endometrium (lapisan dalam rahim) sehingga menghambat perletakan telur yang telah dibuahi.
Kontra indikasi Pemakaian Pil
Kontrasepsi pil tidak boleh diberikan pada wanita yang menderita hepatitis, radang pembuluh darah, kanker payudara atau kanker kandungan, hipertensi, gangguan jantung, varises, perdarahan abnormal melalui vagina, kencing manis, pembesaran kelenjar gondok (struma), penderita sesak napas, eksim, dan migraine (sakit kepala yang berat pada sebelah kepala).

Efek Samping Pemakaian Pil
Pemakaian pil dapat menimbulkan efek samping berupa perdarahan di luar haid, rasa mual, bercak hitam di pipi (hiperpigmentasi), jerawat, penyakit jamur pada liang vagina (candidiasis), nyeri kepala, dan penambahan berat badan.

AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)
AKDR atau IUD (Intra Uterine Device) bagi banyak kaum wanita merupakan alat kontrasepsi yang terbaik. Alat ini sangat efektif dan tidak perlu diingat setiap hari seperti halnya pil. Bagi ibu yang menyusui, AKDR tidak akan mempengaruhi isi, kelancaran ataupun kadar air susu ibu (ASI). Namun, ada wanita yang ternyata belum dapat menggunakan sarana kontrasepsi ini. Karena itu, setiap calon pemakai AKDR perlu memperoleh informasi yang lengkap tentang seluk-beluk alat kontrasepsi ini.

Jenis-jenis AKDR di Indonesia
  1. Copper-T
    AKDR berbentuk T, terbuat dari bahan polyethelen di mana pada bagian vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga halus. Lilitan kawat tembaga halus ini mempunyai efek antifertilisasi (anti pembuahan) yang cukup baik.
  2. Copper-7
    AKDR ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk memudahkan pemasangan. Jenis ini mempunyai ukuran diameter batang vertikal 32 mm dan ditambahkan gulungan kawat tembaga (Cu) yang mempunyai luas permukaan 200 mm2, fungsinya sama seperti halnya lilitan tembaga halus pada jenis Coper-T.
  3. Multi Load
    AKDR ini terbuat dari dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan kiri dan kanan berbentuk sayap yang fleksibel. Panjangnya dari ujung atas ke bawah 3,6 cm. Batangnya diberi gulungan kawat tembaga dengan luas permukaan 250 mm2 atau 375 mm2 untuk menambah efektivitas. Ada 3 ukuran multi load, yaitu standar, small (kecil), dan mini.
  4. Lippes Loop
    AKDR ini terbuat dari bahan polyethelene, bentuknya seperti spiral atau huruf S bersambung. Untuk meudahkan kontrol, dipasang benang pada ekornya. Lippes Loop terdiri dari 4 jenis yang berbeda menurut ukuran panjang bagian atasnya. Tipe A berukuran 25 mm (benang biru), tipe B 27,5 mm 9 (benang hitam), tipe C berukuran 30 mm (benang kuning), dan 30 mm (tebal, benang putih) untuk tipe D. Lippes Loop mempunyai angka kegagalan yang rendah. Keuntungan lain dari pemakaian spiral jenis ini ialah bila terjadi perforasi jarang menyebabkan luka atau penyumbatan usus, sebab terbuat dari bahan plastik.
Pemasangan AKDR
Prinsip pemasangan adalah menempatkan AKDR setinggi mungkin dalam rongga rahim (cavum uteri). Saat pemasangan yang paling baik ialah pada waktu mulut peranakan masih terbuka dan rahim dalam keadaan lunak. Misalnya, 40 hari setelah bersalin dan pada akhir haid. Pemasangan AKDR dapat dilakukan oleh dokter atau bidan yang telah dilatih secara khusus. Pemeriksaan secara berkala harus dilakukan setelah pemasangan satu minggu, lalu setiap bulan selama tiga bulan berikutnya. Pemeriksaan selanjutnya dilakukan setiap enam bulan sekali.

Kontra indikasi pemasangan AKDR:

  • Belum pernah melahirkan

  • Adanya perkiraan hamil

  • Kelainan alat kandungan bagian dalam seperti: perdarahan yang tidak normal dari alat kemaluan, perdarahan di leher rahim, dan kanker rahim.Keluhan-keluhan pemakai AKDR
    Keluhan yang dijumpai pada penggunaan AKDR adalah terjadinya sedikit perdarahan, bisa juga disertai dengan mules yang biasanya hanya berlangsung tiga hari. Tetapi, jika perdarahan berlangsung terus-menerus dalam jumlah banyak, pemakaian AKDR harus dihentikan. Pengaruh lainnya terjadi pada perangai haid. Misalnya, pada permulaan haid darah yang keluar jumlahnya lebih sedikit daripada biasa, kemudian secara mendadak jumlahnya menjadi banyak selama 1–2 hari. Selanjutnya kembali sedikit selama beberapa hari. Kemungkinan lain yang terjadi adalah kejang rahim (uterine cramp), serta rasa tidak enak pada perut bagian bawah. Hal ini karena terjadi kontraksi rahim sebagai reaksi terhadap AKDR yang merupakan benda asing dalam rahim. Dengan pemberian obat analgetik keluhan ini akan segera teratasi. Selain hal di atas, keputihan dan infeksi juga dapat timbul selama pemakaian AKDR. Ekspulsi
    Selain keluhan-keluhan di atas, ekspulsi juga sering dialami pemakai AKDR, yaitu AKDR keluar dari rahim. Hal ini biasanya terjadi pada waktu haid, disebabkan ukuran AKDR yang terlalu kecil. Ekspulsi ini juga dipengaruhi oleh jenis bahan yang dipakai. Makin elastis sifatnya makin besar kemungkinan terjadinya ekspulsi. Sedangkan jika permukaan AKDR yang bersentuhan dengan rahim (cavum uteri) cukup besar, kemungkinan terjadinya ekspulsi kecil.
    Lama Pemakaian AKDR
    Sampai berapa lama AKDR dapat dipakai? Hal ini sering menjadi pertanyaan. Sebenarnya, AKDR ini dapat terus dipakai selama pemakai merasa cocok dan tidak ada keluhan. Untuk AKDR yang mengandung tembaga, hanya mampu berfungsi selama 2–5 tahun, tergantung daya dan luas permukaan tembaganya. Setelah itu harus diganti dengan yang baru.
    Suntikan
    Kontrasepsi suntikan adalah obat pencegah kehamilan yang pemakaiannya dilakukan dengan jalan menyuntikkan obat tersebut pada wanita subur. Obat ini berisi Depo Medorxi Progesterone Acetate (DMPA). Penyuntikan dilakukan pada otot (intra muskuler) di bokong (gluteus) yang dalam atau pada pangkal lengan (deltoid).
    Cara pemakaian
    Cara ini baik untuk wanita yang menyusui dan dipakai segera setelah melahirkan. Suntikan pertama dapat diberikan dalam waktu empat minggu setelah melahirkan. Suntikan kedua diberikan setiap satu bulan atau tiga bulan berikutnya.
    Kontra indikasi
    Kontrasepsi suntikan tidak diperbolehkan untuk wanita yang menderita penyakit jantung, hipertensi, hepatitis, kencing manis, paru-paru, dan kelainan darah.
    Efek samping kontrasepsi suntikan

  • Tidak datang haid (amenorrhoe)

  • Perdarahan yang mengganggu

  • Lain-lain: sakit kepala, mual, muntah, rambut rontok, jerawat, kenaikan berat badan, hiperpigmentasi.Norplant
    Norplant merupakan alat kontrasepsi jangka panjang yang bisa digunakan untuk jangka waktu 5 tahun. Norplant dipasang di bawah kulit, di atas daging pada lengan atas wanita. Alat tersebut terdiri dari enam kapsul lentur seukuran korek api yang terbuat dari bahan karet silastik. Masing-masing kapsul mengandung progestin levonogestrel sintetis yang juga terkandung dalam beberapa jenis pil KB. Hormon ini lepas secara perlahan-lahan melalui dinding kapsul sampai kapsul diambil dari lengan pemakai. Kapsul-kapsul ini bisa terasa dan kadangkala terlihat seperti benjolan atau garis-garis. ( The Boston’s Book Collective, The Our Bodies, Ourselves, 1992) Norplant sama artinya dengan implant. Norplant adalah satu-satunya merek implant yang saat ini beredar di Indonesia. Oleh karena itu, sering juga digunakan untuk menyebut implant. Di beberapa daerah, implant biasa disebut dengan susuk.
    Indonesia merupakan negara pemula dalam penerimaan norplant yang dimulai pada 1987. Sebagai negara pelopor, Indonesia belum mempunyai referensi mengenai efek samping dan permasalahan yang muncul sebagai akibat pemakaian norplant. Pada 1993, pemakai norplant di Indonesia tercatat sejumlah 800.000 orang.
    Efektivitas norplant
    Efektivitas norplant cukup tinggi. Tingkat kehamilan yang ditimbulkan pada tahun pertama adalah 0,2%, pada tahun kedua 0,5%, pada tahun ketiga 1,2%, dan 1,6% pada tahun keempat. Secara keseluruhan, tingkat kehamilan yang mungkin ditimbulkan dalam jangka waktu lima tahun pemakaian adalah 3,9 persen. Wanita dengan berat badan lebih dari 75 kilogram mempunyai risiko kegagalan yang lebih tinggi sejak tahun ketiga pemakaian (5,1 persen).
    Yang tidak diperbolehkan menggunakan norplant
    Wanita yang tidak diperbolehkan menggunakan norplant adalah mereka yang menderita penyakit diabetes, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, migrain, epilepsi, benjolan pada payudara, depresi mental, kencing batu, penyakit jantung, atau ginjal. (The Boston Women’s Book Collective, 1992)
    Pemasangan norplant
    Pemasangan norplant biasanya dilakukan di bagian atas (bawah kulit) pada lengan kiri wanita (lengan kanan bagi yang kidal), agar tidak mengganggu kegiatan. Norplant dapat dipasang pada waktu menstruasi atau setelah melahirkan oleh dokter atau bidan yang terlatih. Sebelum pemasangan dilakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu dan juga disuntik untuk mencegah rasa sakit. Luka bekas pemasangan harus dijaga agar tetap bersih, kering, dan tidak boleh kena air selama 5 hari. Pemeriksaan ulang dilakukan oleh dokter seminggu setelah pemasangan. Setelah itu, setahun sekali selama pemakaian dan setelah 5 tahun norplant harus diambil/dilepas.
    Kelebihan dan kekurangan norplant
    Kelebihan norplant adalah masa pakainya cukup lama, tidak terpengaruh faktor lupa sebagaimana kontrasepsi pil/suntik, dan tidak mengganggu kelancaran air susu ibu. Sedangkan kekurangannya adalah bahwa pemasangan hanya bisa dilakukan oleh dokter atau bidan yang terlatih dan kadang-kadang menimbulkan efek samping, misalnya spotting atau menstruasi yang tidak teratur. Selain itu, kadang-kadang juga menimbulkan berat badan bertambah.
    Tubektomi (Sterilisasi pada Wanita)
    Tubektomi adalah setiap tindakan pada kedua saluran telur wanita yang mengakibatkan wanita tersebut tidak akan mendapatkan keturunan lagi. Sterilisasi bisa dilakukan juga pada pria, yaitu vasektomi. Dengan demikian, jika salah satu pasangan telah mengalami sterilisasi, maka tidak diperlukan lagi alat-alat kontrasepsi yang konvensional. Cara kontrasepsi ini baik sekali, karena kemungkinan untuk menjadi hamil kecil sekali. Faktor yang paling penting dalam pelaksanaan sterilisasi adalah kesukarelaan dari akseptor. Dengan demikia, sterilisasi tidak boleh dilakukan kepada wanita yang belum/tidak menikah, pasangan yang tidak harmonis atau hubungan perkawinan yang sewaktu-waktu terancam perceraian, dan pasangan yang masih ragu menerima sterilisasi. Yang harus dijadikan patokan untuk mengambil keputusan untuk sterilisasi adalah jumlah anak dan usia istri. Misalnya, untuk usia istri 25–30 tahun, jumlah anak yang hidup harus 3 atau lebih.
    Penggunaan Kontrasepsi Menurut Umur
    1. Umur ibu kurang dari 20 tahun:
      • Penggunaan prioritas kontrasepsi pil oral.
      • Penggunaan kondom kurang menguntungkan, karena pasangan muda frekuensi bersenggama tinggi sehingga akan mempunyai kegagalan tinggi.
      • Bagi yang belum mempunyai anak, AKDR kurang dianjurkan.
      • Umur di bawah 20 tahun sebaiknya tidak mempunyai anak dulu.
    2. Umur ibu antara 20–30 tahun
      • Merupakan usia yang terbaik untuk mengandung dan melahirkan.
      • Segera setelah anak pertama lahir, dianjurkan untuk memakai spiral sebagai pilihan utama. Pilihan kedua adalah norplant atau pil.
    3. Umur ibu di atas 30 tahun
      • Pilihan utama menggunakan kontrasepsi spiral atau norplant. Kondom bisa merupakan pilihan kedua.
      • Dalam kondisi darurat, metode mantap dengan cara operasi (sterlilisasi) dapat dipakai dan relatif lebih baik dibandingkan dengan spiral, kondom, maupun pil dalam arti mencegah.
    Beberapa Metode Kontasepsi Baru
    Dengan adanya metode kontrasepsi yang baru, berarti pula memberikan lebih banyak pilihan, dapat membantu mengatasi beberapa kendala pemakaian kontrasepsi. Meskipun demikian, pengembangan kontrasepsi baru untuk menambah yang sudah ada sangat terasa kurang membawa perubahan yang positif dan inovatif. Beberapa metode yang sedang diuji klinik antara lain:
    1. Cincin kontrasepsi
      Cincin ini dimasukkan ke dalam vagina, bentuknya seperti kue donat, dan mengandung steroid, yaitu progestin atau progestin ditambah estrogen, yang dilepas ke dalam aliran darah. Cincin kontrasepsi mengandung dosis hormon yang lebih rendah dibanding dengan kontrasepsi oral. Wanita dapat memasukkan dan mengeluarkan cincin ini sendiri.
    2. Vaksin antifertilitas reversibel
      Vaksin ini menyebabkan antibodi berinteraksi dengan human chrrionic gonadotropin (HCG), suatu hormon yang memelihara kehamilan. Tanpa HCG, lapisan uterus lepas dengan membawa telur yang sudah dibuahi sehingga terjadi menstruasi.
    3. Norplant II
      Norplant II memiliki kelebihan dibanding dengan norplant yang ada sekarang, karena norplant II hanya memerlukan dua implantasi subdermal. Dengan demikian, lebih mudah memasukkan dan mengeluarkannya.
    4. Suntikan
      Kontrasepsi ini menggunakan mikrosfero atau mikrokapsul. Injeksi terbuat dari satu atau lebih hormon di dalam kapsul yang dapat dibiodegrasi, yang melepaskan hormon dan menghambat ovulasi. Satu suntikan dapat melindungi satu, tiga, atau enam bulan, tergantung dari jenis komposisi kimianya.
    5. Implantasi Transdermal
      Implantasi transdermal menyebabkan pelepasan kontrasepsi steroid yang lambat dan teratur ke aliran darah melalui kulit. Wanita dapat menempatkan implant tersebut pada tubuh dan melepaskannya sesuai keinginan. Pada salah satu jenis implantasi transdermal, seorang wanita menggunakan tiga implantasi selama tiga minggu. Setiap implantasi efektif selama tujuh hari. Pada minggu berikutnya, digunakan implantasi plasebo sehingga terjadi menstruasi.
    6. IUD bentuk T yang baru
      IUD ini melepaskan lenovorgegestrel dengan konsentrasi yang rendah selama minimal lima tahun. Dari hasil penelitian menunjukkan efektivitas yang tinggi dalam mencegah kehamilan yang tidak direncanakan maupun perdarahan menstruasi. Kerugian metode ini adalah tambahan terjadinya efek samping hormonal dan amenore.
    7. Kondom wanita
      Kondom ini dikendalikan oleh wanita dan mengurangi risiko terkena penyakit menular seksual. Dari uji klinik menunjukkan bahwa kelicinan, kebocoran, kerusakan, dan hambatan efektivitasnya lebih baik dibandingkan kondom pria.
    Kesimpulan dan Saran
    Dalam memilih alat kontrasepsi yang tepat, sebaiknya calon akseptor diberi penjelasan tentang keuntungan dan kerugian masing-masing alat kontrasepsi, sehingga diharapkan dapat memperkecil terjadi kehamilan serta mengurangi efek samping dari alat kontrasepsi tersebut.
    Penelitian yang didasarkan pada hasil mengenai manfaat dan kepercayaan akseptor yang berkaitan dengan seksualitas serta penggunaan kontrasepsi, harus dilakukan terlebih dahulu sebelum suatu metode kontrasepsi dipasarkan dan dianggap sebagai pilihan tambahan.
    Untuk peningkatan dan perluasan pelayanannya, keluarga berencana dapat dimasukkan ke dalam pelayanan kesehatan reproduksi serta pelayanan kesehatan primer yang lain agar tanggap terhadap seluruh kebutuhan kesehatan reproduksi wanita. Di dalam suatu program yang terintegrasi, harus terdapat metode kontrasepsi yang dapat diterima, aman, dan efektif serta dapat dipakai wanita pada berbagai tahap kehidupan reproduksi. Metode kontrasepsi juga harus dapat diterima secara seksual maupun sosial tanpa adanya pengaruh negatif terhadap kesehatan dan kesejahteraan secara umum.

  • Metode kontrasepsi Non Hormonal tanpa Alat (Alami)

    METODE KONTRASEPSI ALAMI
    Metode alami hanya bisa diterapkan pada wanita dengan siklus haid teratur. Caranya dengan menghindari sanggama pada saat subur. Alat bantu metode ini adalah pengukuran suhu basal dan uji kekentalan lendir leher rahim.
    Anda harus menghitung dan memprediksi masa subur dengan akurat. Dalam cara ini, senggama boleh dilakukan dalam saat yang diyakini bukan masa subur sang wanita.
    Namun tidak semua orang cukup tekun untuk mempelajari metode penghitungannya, dan ternyata juga banyak variabel lain yang turut mempengaruhi rumus perhitungan tersebut.
    Masa subur merupakan rentang waktu sejak sel telur keluar dari indung telur hingga sel telur berada di saluran telur (saluran tuba falopi). Sel telur berada dalam tuba falopi selama kurang lebih 3-4 hari namun hanya sampai umur 2 hari masa yang paling baik untuk dibuahi, setelah itu mati.
    Masa subur berkaitan erat dengan menstruasi dan siklus menstruasi, selain itu juga dipengaruhi oleh kondisi psikis wanita.
    Menghitung masa subur dengan menghitung siklus haid agak susah dilakukan jika siklus haid tidak teratur atau sedang menggunakan obat-obat tertentu yang bisa mempengaruhi siklus haid.
    Cara Mengetahui Masa Subur
    Masa subur adalah masa dimana tersedia sel telur yang siap dibuahi. Masa subur ditandai oleh kenaikan Luteinizing Hormone (LH), Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan estrogen.
    Masa subur merupakan rentang waktu sejak sel telur keluar dari indung telur hingga sel telur berada di saluran telur (saluran tuba falopi). Sel telur berada dalam tuba falopi selama kurang lebih 3-4 hari namun hanya sampai umur 2 hari masa yang paling baik untuk dibuahi, setelah itu mati.
    Perhatian:
    Masa subur berkaitan erat dengan menstruasi dan siklus menstruasi, selain itu juga dipengaruhi oleh kondisi psikis wanita.
    Menghitung masa subur dengan menghitung siklus haid agak susah dilakukan jika siklus haid tidak teratur atau sedang menggunakan obat-obat tertentu yang bisa mempengaruhi siklus haid.
    Cara mengetahui masa subur :
    1.Perubahan lendir mulut rahim (efek spin)
    2.Adanya rasa nyeri pada perut bagian bawah (mittelschmerz) karena pecahnya folikel (sel telur yang membesar, siap untuk ber-ovulasi)
    3.Pengecekan suhu basal badan
    4.Menghitung masa subur dengan menghitung siklus menstruasi
    5.USG
    6.Mengukur kadar LH pada urine (air seni).
    Ada suatu alat yang memudahkan seorang wanita mengetahui masa suburnya yaitu
    Fertitest
    Fertitest adalah alat uji masa subur pada wanita dengan mengukur kadar LH pada urine. Alat ini dapat mendeteksi secara cepat, tepat dan terpercaya.
    Petunjuk pemakaian FERTITEST:
    1. Tampung urine pertama pada tempat yang bersih dan kering, gunakan urin antara jam 10.00-20.00. Jangan gunakan urin pertama pagi hari
    2. Sobek sachet dan keluarkan alat tesnya (silica gel dalam sachet ini tidak digunakan untuk tes ini)
    3. Masukkan ujung penyerap alat tes pada penampung urin untuk midstream selama 5 detik (Jangan melebihi tanda anak panah yang terdapat pada alat tes)
    4. Tutup kembali alat tes dan tunggu sampai muncul garis warna
    5. Hasil tes dapat dibaca dalam waktu 3 menit. Jangan melihat hasil lebih dari 10 menit
    CARA MEMBACA HASIL TES:
    ( + ) Positif , berarti dalam masa subur, ditandai dengan munculnya dua garis warna atau jika garis warna pada Daerah Tes (T) lebih gelap atau sama dengan garis Daerah Control (C) . Ovulasi akan terjadi dalam waktu 24-48 jam berikutnya, jadi jika Anda menginginkan kehamilan, maka hubungan sebaiknya dilakukan 24-48 jam setelah tes, namun sebelum 48 jam dari waktu tes.
    ( – ) Negatif , menandakan wanita pada masa tidak subur, hubungan intim kemungkinan besar tidak menyebabkan kehamilan. Ditandai dengan munculnya satu garis warna atau jika garis warna Daerah Tes (T) lebih muda dari garis warna Daerah Control (C ).
    Kesimpulan :
    Bila sudah membaca hasilnya, untuk ber-KB alami dan ingin menunda atau tidak menginginkan kehamilan, hindari hubungan intim bila hasil positif dan hindari hubungan intim sampai 6 hari setelah hasil positif. Bila hasilnya negatif, maka Anda aman untuk melakukannya.
    Ada lagi METODE KONTRASEPSI DENGAN ALAT PERINTANG.
    Metode ini tidak akan mengganggu sistem hormonal anda, sehingga tidak khawatir untuk pengembalian masa subur seperti pada KB hormonal
    Ada 3 macam yang umum digunakan yaitu kondom, diafragma, dan spermisida.
    1. KONDOM
    Kantong kecil yang terbuat dari karet ini bekerja dengan membungkus penis, sehingga sperma yang keluar tetap berada dalam kantong tersebut.
    Kelebihan:
    - Aman dipakai
    - Mudah didapat
    - Cukup efektif bila digunakan dengan benar.
    Kekurangan:
    - Ada risiko robek. Oleh sebab itu, gunakan satu kondom hanya untuk satu kali pakai. Kondom yang baik terasa licin dan basah. Jangan gunakan kondom yang bagian dalamnya kering, yang terasa lengket di tangan, atau yang merekat pada bungkus plastiknya.
    2. DIAFRAGMA
    Berbentuk seperti mangkok ceper, terbuat dari karet. Cara penggunaannya dimasukkan ke dalam vagina. Alat ini berkerja dengan cara menutupi mulut rahim, sehingga sperma, meski masih masuk ke vagina, tak bisa meneruskan perjalanan ke rahim.
    Kelebihan:
    - Dapat dipakai berkali-kali.
    - Melindungi dari kehamilan
    Kekurangan:
    - Sulit dipasang.
    3. SPERMISIDA
    Alat KB ini memiliki bentuk beragam. Ada foam aerosol (busa), tablet, krim, jeli, dan spons. Dipakai dengan cara dioleskan ke dalam vagina sebelum berhubungan intim. Spermisida mematikan sel-sel sperma sebelum sempat memasuki rahim.
    Kelebihan:
    - Tidak didapatkan efek samping sistemik/pada tubuh.
    Kekurangan:
    - Bisa menimbulkan gatal-gatal atau lecet pada vagina.
    - Tidak terlalu ampuh bila hanya digunakan tanpa bantuan alat lain seperti kondom

    METODE KONTRASEPSI



    SEJARAH KONTRASEPSI
    Awal pemakaian kontrasepsi tak pernah diketahui dengan pasti, karena keinginan manusia untuk tidak punya anak (dengan berbagai alasan) sudah muncul sejak adanya manusia itu sendiri.

    Meskipun sekarang sudah diketemukan berbagai macam alat kontrasepsi maupun metode kontrasepsi modern, namun metode kontrasepsi sederhana masih digunakan oleh mereka yang takut terhadap efek samping yang ditimbulkan oleh alat kontrasepsi modern, karena kalau mau jujur memang sebenarnya sampai saar ini tidak ada alat kontrasepsi yang sama sekali aman atau bebas dari efek samping.



    JENIS KONTRASEPSI
    Metode kontrasepsi dapat dikelompokkan menurut:
    1. Pemakainya yaitu laki-laki atau perempuan.
    2. Metodenya yaitu sederhana atau modern.
    3. Tujuan pemakaian yaitu untuk menunda kehamilan, mengatur kehamilan, atau untuk mengakhiri kesuburan.

    Berdasarkan pemakainya:
    1. Kontrasepsi untuk wanita:
    a) Metode mekanis:
    ·         kap serviks (cervical cap)
    ·         diafragma
    ·         Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) / Intra Uterine Device (IUD)
    b) Metode hormonal / kimiawi:
    ·         Pil KB
    ·         Suntikan KB
    ·         Implant / susuk KB
    ·         Spermaticide
    c) Metode operatif:  Medis Operatif Wanita (MOW) / Tubektomi
    2. Kontrasepsi untuk laki-laki:
    a) Metode mekanis: Kondom KB
    b) Metode operatif: Medis Operatif Pria (MOP) / Vasektomi

    Berdasarkan metodenya:
    1. Metode kontrasepsi sederhana / Alamiah / Tradisional:
    a)   Metode kalender / Pantang berkala / Metode Ritmil dari Knaus dan Ogino (The Safe Period)
    b) Metode suhu basal
    c) Metode Lendir serviks / Metode Ovulasi
    d) Metode sanggama terputus (coitus interuptus)
    e)  Tidak langsung berefek kontrasepsi: Metode laktasi (menyusui)
    f) Aborsi


    2. Metode kontrasepsi modern / Konvensional:
    a) Metode mekanis:
    ·         Kondom KB
    ·         Kap serviks (cervical cap)
    ·         Diafragma
    ·         Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) / Intra Uterine Device (IUD)
    b) Metode hormonal:
    ·         Pil KB
    ·         Implant / susuk KB
    ·         Suntikkan KB
    c) Kimiawi:
    ·         Suppositorial
    ·         Jelly / cream / pasta
    ·         Tissue
    ·         Tablet berbusa
    ·         Aerosol
    d) Metode operatif:
    ·         Medis Operatif Wanita (MOW) / Tubektomi
    ·         Medis Operatif Pria (MOP) / Vasektomi


    Berdasarkan tujuan pemakaiannya:
    Sebenarnya tidak ada suatu keharusan memakai suatu alat kontrasepsi tertentu bila ingin menunda, mengatur, atau mengakhiri kehamilan, namun ada saran untuk menggunakan alat kontrasepsi tertentu sesuai dengan tujuan masing-masing agar efektifitas maksimal bisa dicapai.

    1. Untuk menunda kehamilan:
    untuk tujuan ini biasanya digunakan metode atau alat kontrasepsi yang dijamin mempunyai refersibilitas (kemampuan untuk kembali fertil) tinggi.
    Alat kontrasepsi yang bisa dipakai:
    ·    Kondom KB
    ·    Pil KB
    ·    Suntikan KB yang harus diulang setiap 1 bulan sekali
    ·    Metode sederhana yang dikombinasi dengan pemakaian Kondom, atau Pil KB, atau Diafragma, atau kap serviks, atau suppositorial, jelly, tablet berbusa, aerosol, cream, pasta.
    2. Untuk mengatur kehamilan:
    ·         Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/ Intra Utrine Device (IUD)
    ·         Pil KB
    ·         Suntikan KB (bisa yang 3 bulanan atau 1 bulanan)
    ·         Implant / susuk KB
    3. Untuk mengakhiri kesuburan:
    ·         Medis Operatif Wanita (MOW) / Tubektomi
    ·         Medis Operatif Pria (MOP) / Vasektomi

    Untuk mempelajari tentang kontrasepsi, harus dipahami terlebih dulu konsep:
    1. Ovulasi: hormon FSH, LH, dan GnRH
    2.  Siklus menstruasi/haid: estrogen, progesteron


    METODE KONTRASEPSI SEDERHANA (TANPA ALAT):
    1. Metode Kalender / Pantang Berkala
    ·         Mekanisme kerjanya: menghitung masa subur dan masa tidak subur
    ·          Kelemahannya: tidak cocok untuk wanita dengan siklus menstruasi tidak teratur dan butuh kerjasama suami dan istri
    ·         Keunggulannya: tanpa efek samping (kecuali kadang stress)dan tanpa biaya
    ·         Angka kegagalan: + 14%


    2. Metode Suhu Basal
    ·         Mekanisme kerjanya: menentukan saat ovulasi dengan mengukur suhu tubuh
    ·          Kelemahannya: butuh kecermatan dan bila sakit, butuh kerjasama suami istri
    ·         Keunggulannya: tanpa efek samping (kecuali kadang stress)
    ·          Angka kegagalan: + 1%
                Hasil pengukuran setiap bangun tidur di pagi hari dicatat pada kertas grafik (chart) seperti contoh berikut ini.



    Suhu Badan
    Hari
    1
    2
    3
    4
    5
    6
    7
    8
    9
    11
    12















    x
    x
    x















    x
    x
    x




    x
    x
    x
    x














    x







    ↓                                        ↓
    Ovulasi                           Menstruasi


    3. Metode Pengamatan Lendir Serviks (Metode Ovulasi)

    ·    Mekanisme kerjanya: menentukan masa subur dengan mengukur tingkat keenceran lendir serviks
    ·          Kelemahannya: keterbatasan mata
    ·         Keunggulannya: tanpa efek samping
    ·         Angka kegagalan: tidak diketahui

          

    4. Sanggama Terputus (Coitus Iinteruptus)
    ·         Mekanisme kerjanya: mengeluarkan penis dari vagina sebelum ejakulasi
    ·          Kelemahannya: butuh kerjasama suami istri, stress, tidak dijamin tidak ada spermatozoa yg sudah masuk dalam uterus
    ·         Keunggulannya: dapat dilakukan kapan saja tanpa menghitung masa subur dan tidak subur
    ·          Angka kegagalan: tidak diketahui

    5. Menyusui (Laktasi)
    ·         Mekanisme kerjanya:
    1.  Interval menyusui < 4 jam, atau  minimal bayi menyusu 6 kali sehari masing-masing payudara kanan dan kiri secara bergantian. 
    2.  Bayi hanya mendapat ASI atau sebagian besar ASI.
    3.  Tidak diperkenankan ada jeda waktu berhenti menyusui sejak bayi lahir sampai enam bulan berikutnya.
    4.     Tidak ada perdarahan pervaginal sejak selesainya masa nifas.
    ·          Kelemahannya: bayi malas menyusu, ibu malas menyusui, ibu bekerja, ASI tidak keluar
    ·         Keunggulannya: dapat dilakukan kapan saja, tanpa biaya
    ·          Angka kegagalan: + 1%


    METODE KONTRASEPSI MODERN
    1.    Hormonal
    a.  Pil: Pil kombinasi dan Pil KB mini
    b.  Suntikkan KB
    c.           Implant/ susuk KB/ Norplan
    2.  Spermatizide (Kimiawi)
    a.  Tissue KB
    b.  Jelly, pasta
    c.  Tablet berbusa
    d.  Suppositoria
    3. Mekanis
    a.  Kondom
    b.  AKDR (IUD)
    c. Diafragma
    d. Kap cervik (cervical cap)
    e. Kondom wanita

    4. Medis operatif
    a.  Tubektomi (MOW): dengan operasi pada tuba
    ·              Diikat kemudian dipotong
    ·              Dibakar (cauterized)
    ·              Dijepit
    ·              Diikat melengkung
    ·              Disuntikkan zat kimia yg dapat mengeras dan dapat meleleh kembali
    b.Vasektomi (MOP): dengan operasi pada vas deverens dengan cara yang sama dengan MOW





    BAB III
    METODE KONTRASEPSI MODERN

    1. METODE KONTRSEPSI HORMONAL
    1.1. PIL KB
    1.1.1. PIL KB KOMBINASI
                Dua orang Amerika Picus dan Rock mengkombinasikan progesteron dan estrogen untuk membuat pil, suatu metode pencegahan kehamilan yang paling efektif, karena Pil mencegah ovulasi sebagaimana kehamilan mencegah ovulasi.

    Cara kerja Pil KB:
    Pil KB mengandung hormon estrogen dan progesteron. Hormon progesteron akan mencegah produksi Follicle Stimulating Hormon (FSH) sehingga tidak ada sel telur yang masak. Hormon estrogen akan membantu pembentukan endometrium, rayaitu membran mucosa yang melapisi dinding bagian dalam uterus/rahim.
    Di bawah pengaruh kedua hormon tersebut, endometrium terbentuk tetapi karena tidak ada sel telur yang masak maka tidak akan ada kehamilan, meskipun ada sel spermatozoa yang masuk ke dalam rahim.
    Bila seorang wanita, setelah menelan Pil selama 21 hari kemudian menghentikan pemakaiannya selama beberapa hari, maka endometrium yang sudah menebal tersebut akan meluruh, dan akan terjadi mentruasi.

    Cara pemakaian Pil KB:
    Kebanyakan Pil KB dikemas dalam 21-an. Dengan menghitung hari pertama periode menstruasi sebagai hari pertama siklus, seorang wanita meminum Pil pada malam hari kelima dari siklus, dan  kemudian meminum satu tablet setiap hari sampai ke-21 Pil tersebut terminum.
    Jika lupa meminum Pil pada malam hari, maka Pil harus diminum pada pagi berikutnya dan kemudian meminum satu lagi malam harinya. Bila lupa minum Pil di satu hari (malam dan pagi lupa minum Pil), maka harus munim 2 (dua) Pil pada malam hari berikutnya.
    Jika ada kealpaan yang lebih dari 36 jam antara dua waktu minum Pil dalam 21 hari, maka wanita tidak dijamin dari pencegahan kehamilan selama siklus.
                Setiap strip (kemasan) Pil KB berisi 21 Pil cukup untuk diminum seorang wanita setiap hari dari hari ke-5 sampai dengan hari ke 25. Kemudian berhenti minum Pil selama beberapa hari sampai mendapatkan haid, biasanya pada hari ke-29 yang akan menjadi hari pertama siklus berikutnya. Pada hari kelima wanita itu mulai minum Pil lagi (21 Pil lagi).


    Kemasan Pil KB:
    Pil KB ada beberapa merek dan macam, ada yang berisi 20 pil setiap kemasan, ada yang 21 pil, dan ada yang berisi 28 pil.  Petunjuk pemakaian setiap kemasan tersebut berbeda-beda. Seharusnya tidak mungkin mendapatkan Pil KB dari Apotik tanpa resep dokter, dan pada beberapa kasus Pil KB harus diminum dibawah pengawasan medis. Namun demikian kadang kenyataanya sering Pil KB dapat dibeli dengan mudah/bebas di Apotik atau toko obat tanpa resep dokter.

    Efek Samping Pil KB:
    ·    Sakit Kepala
    ·    Mual
    ·    Berdebar-debar
    ·    Pengencangan patudara
    ·    Peningkatan berat badan
    ·    Menurunkan banyaknya air susu ibu
    ·    Tekanan darah tinggi
    ·    perdarahab antar menstruasi (breakthrough bleeding)
    ·    Penyumbatan pembuluh darah --à jarang terjadi
    ·    Sedikit meningkatkan risiko untuk mendapatkan kanker serviks
    Efek samping ini kan hilang setelah beberapa kali siklus pemakaian Pil KB, atau setelah berganti merek Pil. Bila ada perdarahan yang lebih serius, harus berkonsultasi dengan dokter.
                Wanita dengan kelainan lever dan gadir berumur dibawah 14 tahun hendaknya tidak menggunakan Pil KB karena berbahaya bagi dirinya.

    Kontraindikasi Pil KB:
    Wanita yang sebaiknya tidak menggunakan Pil KB adalah mereka yang pernah mengalami:
    ·      Serangan jantung
    ·      Perdarahan otak
    ·      Angina pektoris (nyeri dada)
    ·      Trombosis (penyumbatan pembuluh darah)
    ·      Kanker payudara dan empedu
    ·      Tumor hati atau fungsi hati yang terganggu.
                Pertimbangan untuk beralih ke kontrasepsi lain harus diberikan apabila terdapat salah satu keadaan sebagai berikut:
    ·      haid tidak teratur atau perdarahan dari uterus yang belum dapat diterangkan sebabnya
    ·      sakit kepala migren
    ·      depresi mental
    ·      penyakit jantung atau ginjal
    ·      tekanan darah tinggi
    ·      diabetes atau epilepsi.
                Risiko pemakaian Pil KB akan meningkat dengan bertambahnya umur, dan kalau wanita mendekati umur 40 tahun, pada umumnya dianjurkan untuk beralih ke kontrasepsi lain, apalagi kalau terdapat risiko kardiovaskuler.

    Tanda bahaya Pil KB:
    Apabila terdapat tanda berikut harus segera ke dokter:
    a)  Kaki membengkak aneh atau nyeri pada kaki
    b)  Kulit atau mata menjadi kuning
    c)  Nyeri perut, dada atau lengan
    d)  Sesak napas
    e)  Sakit kepala atau depresi yang berat
    f)   Penglihatan kabur atau dobel.

    Kegunaan lain dari Pil KB:
                Pil KB kadang digunakan untuk terapi kelainan organ seks, misalnya kemandulan yang disebabkan tidak adanya ovulasi maka pemakaian Pil mungkin menghasilkan perbaikan hubungan normal antara kelenjar lendir dengan ovarium sehingga ovulasi dapat terjadi pada waktunya.
                Pil KB juga berguna dalam perawatan beberapa bentuk kesulitan menstruasi, seperti periode nyeri haid.
    Selain itu pemakaian Pil KB juga dapat:
    a)  Menurunkan kira-kira 50% risiko mendapatkan infeksi pelvik;
    b)  Menurunkan kira-kira 50% risiko mendapatkan kanker ovarium dan kanker uterus dibandingkan dengan mereka yang tidak memakai Pil KB;
    c)  Tidak ada pengaruhnya untuk mendapatkan kanker payudara;
    d)  Haid menjadi sangat teratur, tidak nyeri, dan sedikir menguntungkan bagi wanita yang menderita anemia.
    e)  Menurunkan kira-kira 10% risiko untuk mendapatkan hamil diluar kandungan dibandingkan dengan mereka yang tidak memakai Pil KB;
    f)   Memberikan perlindungan terhadap penyakit kista jinak payudara dan kista ovarium.

    Efektivitas dalam pencegahan kehamilan:
    ·      Efektifitas teoritik:  0,5 kehamilan / 100 pemakai / tahun
    ·      Efektivitas praktek:  1 - 8 kehamilan / 100 pemakai / tahun.

    Keuntungan Pil KB:
    Pil KB yang diminum secara teratur adalah suatu metode pencegahan kehamilan yang efektifitasnya nyaris sempurna, mudah dipakainya dan tidak berhubungan dengan kegiatan sanggama.

    1.1.2. PIL KB MINI
                Pil KB mini hanya mengandung progesteron, tetapi tidak mengandung estrogen seperti pada Pil KB kombinasi. Progesteron menyebabkan lendir serviks menjadi pekat sehingga tidak dapat dilalui oleh spermatozoa, dan endometrium menjadi tipis serta atrofi (mengecil). Ovulasi dihambat pada separoh kejadiannya.
    Cara pemakaian:  diminum terus menerus setiap hari.

    Keuntungan Pil KB mini:
                Pil KB mini hanya mengandung progesteron, sehingga tidak mengganggu laktasi (keluarnya ASI), atau efek samping yang biasa ditimbulkan Pil KB kombinasi, seperti tekanan darah tinggi dan sakit kepala, mengurangi gangguan kardiovaskuler, menurunkan nyeri dan banyaknya darah haid.

    Kerugian Pil KB mini:
    ·      Tingkat kehamilannya lebih tinggi daripada Pil KB kombinasi
    ·      Lebih sering menyebabkan haid tidak teratur dan spotting
    ·      Kemungkinan mendapatkan kehamilan diluar kandungan relatif tinggi

    Kontraindikasi Pil KB mini:
    ·      Sebaiknya hanya diberikan pada ibu yang sedang menyusui saja
    ·      Tidak dibenarkan dipakai oleh wanita yang sedang mengalami perdarahan abnormal dari uterus
    ·      Tidak dibenarkan dipakai oleh wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik.



    Tanda bahaya Pil KB mini:
                Apabila haid terlambat 14 hari segera pergi ke dokter untuk meyakinkan adanya kehamilan, atau kehamilan di luar kandungan (ektopik).


    Checklist:
    a)  Dapatkah saudara menyebutkan komposisi Pil KB dan PIL mini?
    b)  Dapatkah saudara menjelaskan cara kerja Pil KB dan PIL mini?
    c)  Dapatkah saudara menyebutkan kelebihan Pil KB dan PIL mini?
    d)  Dapatkah saudara menyebutkan kegunaan lain Pil KB?
    e)  Dapatkah saudara menyebutkankekurangan Pil KB dan PIL mini?
    f)   Dapatkah saudara menyebutkan efektifitas Pil KB?
    g)  Dapatkah saudara menyebutkan kontra indikasi Pil KB dan PIL mini?
    h) Dapatkah saudara menjelaskan cara pemakaian Pil KB dan PIL mini?
    i)   Dapatkah saudara menyebutkan macam kemasan Pil KB?



    1.2. SUNTIKKAN KB
    Cara kerja Suntikkan KB:
                Hormon progestin sintetik disuntikkan ke dalam otot yang kemudian menyebar sedikit demi sedikit melalui peredaran darah.
                Mencegah terjadinya kehamilan dengan menghambat ovulasi, endometrium menjadi tipis dan atrofi, dan lendir serviks menjadi sangat pekat sehingga tidak dapat dilalui oleh spermatozoa.

    Ada tiga jenis suntikan KB yaitu:
    a)  Suntikan 150 mg DMPA (Depomedroksi-Progesteron Asetat) atau Depo Provera yang diberikan setiap 3 bulan.
    b)  Suntikan 200 mg NET-EN (Noretindron Enantat) yang diberikan setiap 3 bulan.
    c)  Suntikan setiap bulan (Cyclofen).

    Efektifitas dalam mencegah kehamilan:
    ·      Efektivitas teoritik:  0,25 kehamilan / 100 pemakai / tahun (DMPA)
    ·      Efektivitas praktek:  1 kehamilan / 100 pemakai / tahun (DMPA)

    Keuntungan Suntikan KB:
    ·      Merupakan salah satu alat kontrasepsi yang efektif dan refersibel
    ·      Tidak disertai efek samping yang serius kecuali kadang terjadi perdarahan banyak
    ·      Pemakaiannya tidak merepotkan, hanya sekali dalam tiga bulan
    ·      Sangat menarik bagi wanita yang menganggap obat suntikan adalah obat yang paling mujarab
    ·      Tidak mengganggu laktasi dan tidak terbukti sebagai obat yang masuk ke dalam ASI sehingga tidak mengganggu pertumbuhan bayi
    ·      Kembalinya kesuburan sama sekali tidak terganggu
    Kerugian Suntikan KB:
    ·      Kira-kira 25% wanita akan tidak meneruskan pemakaian suntikan KB karena gangguan haid atau perdarahan yang banyak
    ·      Perdarahan diantara haid dan amenorea (tidak haid) setelah pemakaian yang lama dapat terjadi pada 50% para pemakainya
    ·      Kembalinya kesuburan diperlambat 4 sampai 8 bulan setelah pemberian terakhir
    ·      Berat badan yang bertambah
    ·      Kecfenderungan adanya peningkatan kadar glukosa darah
    ·      Keluhan lainnya berupa mual, muntah, sakit kepala, panas dingin, pegal-pegal, nyeri perut, dll.

    Suntikan KB khususnya berguna kalau:
    a)  Saat kembalinya kesuburan tidak penting
    b)  Terdapat risiko meningkatnya komplikasi kardiovaskuler kalau memakai Pil KB
    c)  Sulit memakai kontrasepsi yang harus dipakai setiap hari
    d)  Kalau memakai Pil KB mengalami komplikasi dari pemakaian estrogen (umpamanya sakit kepala dan tekanan darah tinggi)
    e)  Kalau terjadiamenorea tidak berkeberatan
    f)   Kontak dengan petugas KB secara teratur tidak mungkin

    Kontraindikasi suntikan KB:
    a)  Tidak boleh dipakai apabila diduga adanya kehamilan atau perdarahan abnormal dari uterus yang belum diketahui diagnosisnya
    b)  Tidak diberikan kalau ada riwayat keganasan
    c)  Narices yang luas atau kelainan kardiovaskuler lainnya
    d)  Penyakit hepar

    Tanda bahaya Suntikan KB:  Harus segera ke dokter kalau terjadi pusing-pusing, sakit kepala atau perdarahan banyak

    Checklist:
    a)  Dapatkah saudara menyebutkan macam Suntikan KB?
    b)  Dapatkah saudara menjelaskan cara kerja Suntikan KB?
    c)  Dapatkah saudara menjelaskan kelebihan Suntikan KB?
    d)  Dapatkah saudara menjelaskan kekurangan Suntikan KB?
    e)  Dapatkah saudara menyebutkan efektifitas Suntikan KB?


    1.3. IMPLANT / SUSUK KB
                Susuk KB sistem Norplant terdiri dari 6 batang kapsul atau 2 batang kapsul yang mengandung progestin levonorgestreal. Batang Implant itu disusukkan dibawah kulit lengan atas bagian dalam oleh dokter atau bidan yang sudah terlatih. Lengan yang dipasang Implan biasanya lengan dari tangan yang tidak banyak digunakan beraktifitas.
                Obat yang terdapat dalam setiap batang itu akan berdifusi secara teratur masuk ke dalam peredaran darah. Setelah 5 tahun obat steroid dalam setiap batang itu akan habis, kemudian semua batang tersebut harus dikeluarkan dengan jalan pembedahan kecil, atau kalau wanita yang bersangkutan ingin berhenti pemakaiannya.
                Progestin itu bekerjanya menghambat ovulasi, lendir serviks menjadi pekat sehingga tidak dapat dilalui spermatozoa, serta mengakibatkan endometrium menjadi tipis dan atrofik sehingga tidak dapat untuk implantasi hasil pembuahan.

    Efektifitas dalam mencegah kehamilan:
    ·      Efektivitas teoritik:  0,3 kehamilan / 100 pemakai / tahun
    ·      Efektifitas praktik:  0,3 kehamilan / 100 pemakai / tahun

    Keuntungan Susuk KB:
    ·      Sangat efektif dan reversibel
    ·      Hingga kini (2008) belum ditemuka efek samping yang serius, dan penelitiannya masih terus dilanjutkan
    ·      Pemakainnya hanya sekali dalam lima tahun
    ·      Pemulihan kesuburan dapat berlangsung cepat
    ·      Mungkin tidak mempengaruhi laktasi, lipid darah dan tekanan darah


    Kerugian Susuk KB:
    ·      Kira-kira 10% para pemakainya tidak meneruskan cara ini karena ketidakteraturan haid
    ·      Pemasangan dan pengambilan susuknya memerlukan prosedur pembedahan
    ·      Kalau tidak meneruskan cara ini batang-batang implant harus dilepas

    Pemakaian Susuk KB dinajurkan bagi wanita yang:
    a)  Tidak ingin punya anak lagi
    b)  Terdapat risiko mendapatkan komplikasi kardiovaskuler, atau komplikasi karena estrogen kalau memakai Pil KB
    c)  Tidak mungkin memakai kontrasepsi yang harus dipakai setiap hari
    d)  Jauh dari tempat pelayanan KB

    Kontraindikasi Susuk KB:
    ·      Tidak boleh dipakai kalau dicurigai adanya kehamilan
    ·      Tidak boleh dipakai kalau ada perdarahan abnormal dari uterus yang belum diketahui diagnosisnya
    ·      Tidak boleh dipakai kalau ada riwayat keganasan
    ·      Sebaiknya tidak diberikan kalau ada penyakit kardiovaskuler

    Tanda bahaya Susuk KB:
                Kalau terjadi pusing, sakit kepala, perdarahan banyak atau infeksi pada tempat susukan harus segera ke dokter.



    2. METODE KONTRASEPSI KIMIAWI (SPERMATIZIDE)

                Bahan terdiri dari spermaticide dan bahan tempat mengandung spematicide tersebut, biasanya gelatine atau minyak. Khasiat kontrasepsinya disebabkan oleh sifat kimiawinya, tetapi juga karena sifat fisiknya menyulitkan pergerakan sperma karena kental.
                Zat yang paling dulu dipergunakan sebagai spermaticide adalah kinin, tetapi kemudian dipakai juga acidum boricum, ac lacticum, chinosol, hexyl resorcinol, ac ricinoleicum dan formaldehyde.
    Kontrasepsi kimiawi dapat berbentuk suppositoria, jelly, cream, tissue atau busa. Sekarang diusahakan supaya mengandung juga germaticide untuk mencegah infeksi. Jelly, cream dan pasta sering dipergunakan bersama dengan diafragma atau kondom
           Metode kimiawi mempunyai toleransi yang baik, jarang menyebabkan iritasi pada vagina, tetapi banyak wanita tidak menyukainya karena terlalu basah.

    2.1. TISSUE KB
                Tissue KB adalah alat kontrasepsi kimiawi yang berbentuk seperti lembaran kertas tissue, namun akan larut bila bercampur dengan cairan vagina atau lendir serviks.
                Cara pemakaiannya adalah dengan meelipat-lipat tissue tersebut hingga berbentuk bulatan kecil kemudian dimasukkan ke dalam liang sanggama dan ditunggu beberapa menit hingga melarut baru kemudian melakukan hubungan seksual.
                Cara kerja tissue KB adalah mengentalkan lendir serviks sehingga menghambat gerakan spermatozoa, serta membunuh spermatozoa.

    2.2. JELLY
    Wahananya adalah gelatin yang larut air dan mencair dengan mudah dalam badan. Baik dipakai oleh wanita yang kering vaginanya.

    2.3. TABLET BERBUSA
    Tablet ini dimasukkan ke dalam vagina, akan berbusa dan busa ini akan masuk ke celah-celah yang kecil yang mungkin mengandung spermatozoa. Sayang sekali kegagalannya agak tinggi yaitu sekitas 22,5 kehamilan / 100 wanita / tahun.
    Walaupun tingkat kegagalannya cukup tinggi, namun karena alat kontrasepsi ini mudah diterima, aman dan sederhana, oleh sebabitu masih ditawarkan dinegara-negara yang sedang berkembang, karena bagaimana pun juga lebih baik mempergunakan salah satu cara kontrasepsi yang sederhana daripada tidak menggunakan sama sekali.

    2.4. SUPPOSITORIA KIMIAWI
                Mudah dipakai tetapi kurang dapat dipercaya efektifitasnya untuk mencegah kehamilan. Bila melakukan coitus beberapa kali maka suppositoria harus dimasukkan ke vagina beberapa kali pula.
                Terdiri dari gelatin atau mentega cacao yang mencair dngan cepat pada suhu badan. Yang diragukan adalah apakah cairan ini akan menyebar merata pada seluruh vagina.


    Checklist:
    a)  Dapatkah saudara menyebutkan macam kontrasepsi kimiawi?
    b)  Dapatkah saudara menyebutkan cara kerja masng-masing kontrasepsi kimiawi?

    3. METODE KONTRASEPSI MEKANIS
    3.1. KONDOM (KARET KB)

                Karet KB atau Kondom terbuat dari karet (lateks) yang dipasang pada penis yang sedang ereksi untuk menampung air mani agar tidak masuk kedalam vagina dan seterusnya ke rahim. Kira-kira 1 cm dari ujung kondom dibiarkan kosong untuk menampung air mani yang keluar. Setelah mengalami ejakulasi tetapi sebelum ereksi sama sekali hilang, pria yang memakainya harus menekan pinggir kondom KB pada penisnya agar air mani yang tertampung tidak tumpah dari Kondom. Pada setiap kali sanggama harus menggunakan Kondom yang baru.

    Efektifitas dalam mencegah kehamilan:
    ·      Efektifitas teoritik: 1 - 2 kehamilan / 100 pemakai / tahun
    ·      Efektifitas praktek: 3 - 15 kehamilan / 100 pemakai / tahun
    Keuntungan Kondom:
    ·      Mudah memakainya
    ·      Murah
    ·      Cukup efektif
    ·      Dapat diperoleh tanpa resep dokter
    ·      Dapat melindungi dari penyakit tertentu yang ditularkan lewat hubungan seksual.
    ·      Tidak mempunyai efek samping pada tubuh
    ·      Suatu cara dimana pria ikut bertanggung jawab dalam upaya pencegahan kehamilan.

    Kerugian Kondom:
    ·      Dapat disimpan sampai 5 tahun, tetapi dapat rusak lebih cepat kalau disimpan di tempat yang panas, terkena sinar matahari, atau lembab dan akan mudah sobek kalau sudah rusak atau diperlakukan kasar
    ·      Pemakaiannya dirasakan mengganggu kegiatan sanggama
    ·      Beberapa pemakainya mengatakan dapat mengurangi kenikmatan seksual.

    Kontra indikasi Kondom:
    ·      Setiap pria dapat memakai kondom kecuali dia atau pasangannya rentan (alergi /sensitif) terhadap lateks.

    Pemilihan Kondom:
                Kondom tersedia dalam berbagai ukuran, tebal, warna dan lubrikasi. Sebaiknya menggunakan kondom yang ujungnya memakai reservoir.

    Tanda bahaya Kondom: Kalau pemakainya sensitif terhadap lateks, akan terjadi iritasi lokal.


    Checklist:
    a)  Dapatkah saudara menyebutkan bahan untuk membuat kondom?
    b)  Dapatkah saudara menjelaskan cara pemakaian dan melepas Kondom?
    c)  Dapatkah saudara menjelaskan keuntungan kondom?
    d)  Dapatkah saudara menjelaskan kerugian kondom?
    Dapatkah saudara menjelaskan tiingkat efektifitas kondom?


    3.2. ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) ATAU INTRA UTERINE DEVICE (IUD)

                Bentuk AKDR telah disesuaikan berulang kali, untuk menurunkan tingkat kegagalannya dan mengurangi efek sampingnya. Walaupun demikian, masih selalu ada wanita yang merasa tidak puas akan efek sampingnya.
                Kira-kira 10-15% pemakai AKDR akan menghentikan pemakaiannya karena nyeri, haid tidak teratur, atau haid terlalu banyak. Sekitar 5-15% AKDR-nya akan copot spontan, dan pada wanita yang dipasang segera setelah melahirkan tingkat ekspulsinya makin tinggi lagi.

    Macam AKDR:
    a)  Lippes Loop: yang disebut spiral karena bentuknya seperti spiral.
    b)  Copper T-200: bentuknya seperti huruf T dan dililiti logam tembaga.
    c)  Copper Seven (7): bentuknya seperti angka 7 dan dililiti logam tembaga.
    d)  Multi Load Cu-250: bentuknya seperti kipas dan dililiti logam tembaga.
    e)  Nova T: bentuknya seperti huruf T yang kedua ujungnya melengkung dan batang T nya dililit dengan logam tembaga yang sangat kecil.

    Efektifitas dalam mencegah kehamilan:
    ·      Efektifitas teoritik: 1 - 3 kehamilan / 100 pemakai / tahun
    ·      Efektifitas praktek: 1 - 8 kehamilan / 100 pemakai / tahun

    Keuntungan AKDR:
    ·      Efektifitasnya sangat tinggi karena motivasi pemakaian yang terus menerus. Setelah pemasangan maka dokter dan akseptor harus selalu melakukan pengecekan secara rutin untuk memastikan apakah AKDR masih tetap berada di tempatnya dan masih dalam kondisi baik.

    Kerugian AKDR:
    ·      Haid banyak atau spotting, biasanya pada bulan pertama pemakaian
    ·      Kram dan nyeri
    ·      Dapat terjadi kehamilan diluar kandungan atau abortus spontan. Kematian ibu yang dikaitkan dengan pemakaian AKDR adalah kalau terjadi abortus septik spontan yang gejalanya seperti pilek, menggigil, demam, nyeri otot, mual, dan muntah
    ·      Penyakit inflamasi pelvik
    Kontra indikasi AKDR:
    ·      Sebaiknya dipasang pada akseptor yang telah memiliki anak hidup dan tidak dipasang pada akseptor yang belum memiiliki anak
    ·      Wanita yang pernah mengalami infeksi pelvik atau yang bergaul dengan banyak pria mempunyai peluang lebih besar untuk mendapatkan inveksi
    ·      Tidak boleh digunakan oleh wanita yang haidnya sangat banyak atau perdarahan abnormal, anemia, wanita yang kemungkinan hamil, pernah mengalami kehamilan di luar kandungan
    ·      Sakit jantung

    Pemilihan AKDR:
    ·      Lippes Loop merupakan pilihan yang baik untuk efektifitasnya dan lama pemasangannya yang hampir tidak ada batasnya
    ·      AKDR tembaga dipilih karena efektifitasnya, menurunkan tingkat kehamilan, perdarahan, nyeri, ekspulsi, dan lama pemakaiannya sampai 4 tahun
    Tembaganya akan melarut sedit demi sedikit, membuat rongga uterus tidak baik dihuni oleh spermatozoa atau sel telur yang telah dibuahi. Karena tembaganya makin lama makin aus maka harus diganti setiap 4 tahun sekali untuk menjamin efektifitasnya.

    Tanda bahaya AKDR:
    Harus segera ke dokter bila haidnya terlambat datang, atau perutnya sangat nyeri, menggigil, demam, keputihan, perdarahan banyak atau spoting.

    Checklist:
    a)  Dapatkah saudara menyebutkan macam-macam AKDR?
    b)  Dapatkah saudara menyebutkan efektifitas AKDR:
    c)  Dapatkah saudara menjelaskan keuntungan AKDR?
    d)  Dapatkah saudara menjelaskan kerugian AKDR?
    e)  Dapatkah saudara menjelaskan kontra indikasi AKDR?


    3.3. DIAFRAGMA DAN KAP SERVIKS
    Macam-macam diafragma / kap:
    1.  Diafragma
    ·      Ini adalah bentuk yang paling sering dipakai
    ·      Terbuat dari karet dan berbentuk setengah bola, pinggirnya mengandung per datar atau berbentuk spiral
    ·      Dibuat dalam berbagai ukuran dari diameter 45 - 105 mm yang paling sering dipakai adalah yang berdiameter 70 mm, 75 mm dan 80 mm.
    2.  Vault Cap
    ·      Juga berbentuk setengah bola yang pas pada fornices dan erat hubungannya dengan cervix
    ·      Pinggirnya tidak ada per-nya
    ·      Ukurannya dari 50 sampai dengan 74 mm

    3.  Kap serviks (cervical cap)
    ·      Terbuat dari karet dan menutup serviks dengan rapat
    ·      Ada yang mempunyai tali untuk memudahkan pengeluarannya
    ·      Ukurannya antara 22 sampai 31 mm
    4.  Plastik ortho-cervical cap
    ·      Terbuat dari plastik
    ·      Dapat dipakai terus menerus kecuali pada waktu menstruasi
    5.  Vimule cap
    ·      Terbuat dari karet.

    3.3.1. DIAFRAGMA
    Syarat pemakaian diafragma:
    1)  Tidak ada prolaps uteri (uterus menonjol keluar) yang berat.
    2)  Tonus vagina baik.
    3)  Pasien harus dapat meraba cerviksnya.

    3.3.2. KAP CERVIK (CERVICAL CAP)
           Alat kontrasepsi berbentuk karet penutup yang dipasang di mulut rahim untuk mencegah kehamilan. Karet penutup itu dipasang dengan ditekankan pada mulut rahim sebagai selubung mulut rahim.
                Pada mulanya alat itu dibuat dari lembaran karet, lempengan emas atau perak. Tetapi kini, alat pembungkus ini pada umumnya dibuat dari karet  atau bahan sejenisnya.
                Pada saat alat dipasang menyelubungi mulut rahim, dia menempel pada tempatnya karena proses penghisapan. Dokter meletakkan alat tersebut pada tempatnya dan mengajari akseptor bagaimana melakukannya sendiri. Akseptor dapat menyiapkan alat tersebut setelah berakhirnya periode menstruasi dan mengeluarkannya beberapa hari sebelum mulainya periode menstruasi berikutnya. Setelah dipakai alat tersebut kemudian dicuci, dikeringkan, ditaburi sejenis bubuk (powder) kemudian disimpan dalam wadah yang tertutup rapat agar tetap bersih dan aman. Beberapa wanita lebih menyukai untuk memakai dan mengeluarkan kembali setiap beberapa hari.
    Untuk pemakaian awal akseptor harus diukur oleh dokter lebih dahulu, dan dokter akan mengajarkan bagaimana cara meletakkannya pada serviks dan cara melepaskannya. Alat kontrasepsi ini tidak hanya menutupi rahim tetapi juga diding vagina.
                Apapun tipe karet penutup yang dugunakan, seharusnya pemakaian alat tersebut juga disertai dengan pemakaian kontrasepsi jelly yang berguna untuk mematikan spermatozoa.
                Efektifitas alat kontrasepsi ini tergantung pada pelayanan yang diterima si wanita pada saat menggunakan alat tersebut di tempatnya.

    Tingkat kegagalan: Pada 100 wanita yang menggunakan metode ini selama satu tahun, terdapat sebanyak 7 orang yang hamil.
    Syarat pemakaian kap serviks:
    1)  Serviks harus dapat dicapai.
    2)  Serviks cukup panjang untuk menahan kap.
    3)  Serviks tidak luka.